Mimpi tentang Kiamat…


Merahnya langit persis seperti gambar ini

Merahnya langit persis seperti gambar ini

MUNGKIN ada beberapa orang yang berpendapat bahwa mimpi adalah bunganya tidur. Memang pendapat demikian tidak salah. Tapi kadang mimpi tertentu membawa pertanda tertentu baik bagi orang yang memimpikannya maupun bagi orang di sekelilingnya. Ini sudah sering terjadi, untuk itulah maka di sekeliling kita banyak sekali bermunculan ahli tafsir mimpi atau buku-buku yang menguak tentang arti sebuah mimpi.

Dalam tulisan kali ini saya tidak akan membicarakan tentang arti sebuah mimpi atau makna dari mimpi yang saya alami. Tapi saya hanya sekedar berbagi tentang mimpi yang pernah saya alami, mimpi tentang kehancuran dunia.

Pada awalnya mimpi ini terjadi setelah saya masuk Qrak yang telah saya jelaskan pada artikel terdahulu. Setelah masuk Qrak badan saya terasa hangat yang menurut “sesepuh” di Qrak hal itu terjadi dikarenakan terjadinya pembersihan di dalam tubuh saya sebagai praktisinya. Setelah beberapa lama sekitar 2 atau 3 bulan, saya tidak ingat pasti, saya memimpikan hancurnya dunia. Saya tidak tahu apa pada saat itu kondisi saya sudah benar-benar bersih oleh Qrak atau tidak. Mimpi tersebut terjadi pada malam hari, dimana ketika bangun dari tidur sebenarnya susah sekali bagi saya untuk mengingat mimpi tersebut. Mimpi tersebut seolah-olah nyata, mungkin ada beberapa orang yang menyebutnya seperti film 3 Dimensi. Awalnya saya susah untuk mengingat mimpi tersebut, tapi ketika saya coba dengan Qrak untuk masuk kea lam bawah sadar saya, akhirnya mimpi tersebut tampil kembali di pikiran saya seperti halnya slide film satu demi satu. Dalam tulisan ini saya tidak akan menceritakan secara terperinci, karena saya sudah lupa beberapa bagian dari mimpi saya. Saya akan ceritakan secara garis besarnya saja.

Mimpi bermula dengan seolah-olah saya melakukan perjalanan dari atas bumi (maksudnya seperti terbang), yang mungkin dalam hal ini pada Qrak disebut menggunakan kemampuan mata spiritual secara tidak sadar untuk melihat alam di sekitarnya. Dalam mimpi saya seolah-olah terbang di atas bumi dan melihat ada satu sungai yang sangat jernih yang sejajar dengan jalan raya di sisinya pada suatu daerah. Di pinggir baik kiri kanan sungai dan jalan tersebut rerumputan dan pohon-pohon rindang dan hijau tumbuh dengan sangat subur. Di pinggir sungai tersebut saya melihat ada beberapa orang yang sedang memancing ikan sambil bercakap-cakap dengan santainya menikmati indahnya dunia dan segarnya udara di sekitarnya.

Tiba-tiba saya melihat ke atas langit seolah-olah ada sekumpulan binatang menyerupai burung yang terbang memutar secara terus menerus mendekati bumi. Ketika telah dekat ke bumi ternyata apa yang saya lihat tersebut bukan sekumpulan burung akan tetapi sekumpulan kuda terbang bersayap seperti yang biasa kita lihat di film. Tapi saya tidak menghitung berapa banyak kuda bersayap ini dan saya pun tidak melihat apakah ada tanduk di kuda bersayap ini (karena di film biasanya kan yang dimaksud kuda bersayap tuh kuda Capricorn).

Kuda-kuda terbang ini terbang memutar terus mendekati bumi dari awalnya terlihat titik-titik kecil hingga terlihat utuh bentuk kuda tergambar dengan jelas. Setelah dekat jaraknya dengan bumi dan memperlihatkan dengan jelas bentuk mereka yang sebenarnya, sekumpulan kuda-kuda terbang tersebut langsung terbang lurus menjauhi bumi dan kembali ke langit (tanpa terbang memutar seperti pada awal kemunculannya).

Setelah kemunculan sekumpulan kuda terbang yang misterius dan tiba-tiba tersebut, masih dalam posisi yang seolah-olah terbang saya melihat ke atas ke arah langit, ternyata ada setitik warna merah yang semakin lama semakin melebar memenuhi langit. Warna merah tersebut seperti gelegak magma yang sering saya lihat di TV, menggelegak liar di atas langit. Jadi perubahan begitu sangat tiba-tiba dari kondisi cuaca cerah langsung berubah merah membara hingga keseluruh pelosok bumi.

Setelah beberapa saat seluruh langit dipenuhi dengan warna merah menggelegak bagaikan magma, tiba-tiba dari atas langit meluncur awalnya beberapa batu sebesar kepala manusia, berasap, hitam dan terbakar merah. Batu-batu ini akhirnya meluncur banyak seperti hujan yang tercurah dari langit. Ribuan batu bahkan jutaan meluncur tanpa henti dari atas langit menghunjam ke bumi dengan meninggalkan ekor asap hitam dari tiap-tiap batu tersebut.

Melihat hal tersebut, orang-orang berlarian lintang pukang menyelamatkan diri dari hantaman batu. Saya yang pada saat itu dalam posisi terbang pun ikut meluncur memasuki salah satu rumah terdekat untuk menyelamatkan diri. Padahal saya pada saat mimpi itu tidak mengetahui, apakah posisi terbang itu merupakan representasi dari roh saya atau hanya sekedar image dari penggunaan mata spiritual atau memang secara fisik seperti itu. Sebab kalau representasi dari roh dan image mata spiritual, otomatis saya tidak musti ngumpet menyelamatkan diri dari batu berapi itu, yang jelas kalau representasi keduanya saya percaya gak bakalan mati. Tapi karena pada saat mimpi ini saya seperti mempunyai naluri kalau batu berapi itu juga bisa membunuh saya, akhirnya saya menyelamatkan diri ke dalam salah satu rumah yang saya lihat paling kokoh. Rumah tersebut terbuat dari beton dan bertingkat dua.

Dari dalam rumah saya mendekat ke jendela, dan dari jendela saya melihat orang-orang berlarian, hiruk pikuk mencoba untuk menyelamatkan diri. Sebagian dari orang-orang itu ada yang berlari dalam kondisi sudah terbakar, sebagian lagi ada yang sudah tergeletak di atas tanah entah mati entah masih hidup dengan posisi yang beraneka ragam, semua rasanya kacau balau. Saya melihat juga batu-batu berapi sebesar kepala banyak bertebaran di jalan-jalan tidak beraturan.

Tiba-tiba rumah yang saya datangi untuk tempat berlindung pun sudah mulai menunjukkan tanda-tanda tidak kuat menerima serangan batu-batu berapi yang terus menerus. Beberapa batu mulai masuk ke dalam rumah menghantam apapun yang ada di depannya. Tiba-tiba sebelum saya sempat bergerak untuk menghindar, salah satu batu menghantam punggung saya. Dan saya merasakan saya sepertinya mati pada saat itu, tapi saya juga merasa seperti saya terlempar atau pindah ke dunia lain yang suasananya berbeda 180 derajat dengan dunia yang tadi. Dunia yang saya masuki adem ayem lagi dan tentram. Saya tidak tahu maksud dari ini semua apa. Tapi yang jelas bayangan kengerian dan kehancuran dunia pada saat itu sampai sekarang masih terbayang di pelupuk mata saya. Dan atas itu semua saya mencoba untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.

About these ads

6 Komentar to “Mimpi tentang Kiamat…”

  1. Wah mimpi yg sangat detail mas :)
    But, Sharing yg sangat menarik :)

    Salam Qrak
    Andi

    • Itu pun sebenarnya sudah ada beberapa yang terlupa. Tapi yang jelas sampai sekarang masih ingat warna merahnya langit yang seperti magma di gambar itu.

      Salam, Zaki

  2. wah saya semalam juga mimpi liat kuda bertanduk berterbangan dilangit dan jumlahnya lumayan banyak..
    setelah jatuh ada mahluk aneh yg memakan kepalanya.
    apa artinya yah

    • Wah saya bukan penafsir mimpi sih, tapi kalo diingat-ingat gambaran kuda Anda dengan kuda yang ada dalam mimpi saya kayaknya mirip. Seingat saya kuda yang ada dalam mimpi saya pun seperti bertanduk (karena saya gak perhatikan betul), tapi yang jelas sih mempunyai sayap dan bisa terbang laksana burung… Salam kenal…

  3. Unicorn kali’ bro..bukan capricorn

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.004 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: