Cerita tentang Penipuan Berkedok Amplop Tertinggal


Hipnotis...

Hipnotis...

SEBENARNYA cerita ini sudah cukup lama terjadi. Sebelumnya kejadiannya bermula di Jawa merambat terus ke Sumatera. Pelaku penipuan biasanya menyebar amplop yang isinya adalah barang-barang yang dianggap “cukup berharga” seperti cek, SIUP dan Surat Tanah. Amplop ini biasanya tersebar di tempat-tempat umum, seperti: terminal bus, jembatan penyeberangan, jalan umum, dan lain-lain. Kebetulan salah satu anaknya rekan kantor saya menemukan amplop yang seperti ini. Rekan kantor saya menunjukkan penemuan amplop tersebut ke saya, dan akhirnya saya langsung scan amplop berikut dengan isinya. Walaupun peristiwa ini sudah lama, saya ingin berbagi kepada Anda, ya… paling tidak dengan membaca artikel saya ini bisa tahu “oh… modusnya seperti ini”, sehingga kita bisa tetap waspada.

Bentuk dari amplop surat yang ditemukan

Bentuk dari amplop surat yang ditemukan

Amplop yang ditemukan adalah amplop padi biasa, dimana di depannya tertulis alamat kantor PT. Mico Graha Pavindo yang beralamat di Jl. Kerta Jaya Timur 14 C-9 Surabaya Indonesia 61254 Surabaya – Jawa Timur dan tertulis juga Dokumen Penting dengan nomor registrasi 189 007 r 045 257.

Dengan penampilan yang meyakinkan seperti itu, otomatis orang yang menemukannya bakalan penasaran, terus membuka amplop tersebut. Dan ketika si pembuka mengetahui bahwa amplop tersebut berisi hal penting, maka otomatis orang tersebut berusaha untuk mengembalikan amplop tersebut dengan cara menelpon terlebih dahulu, dan seterusnya; yang intinya dari situ dia menginginkan imbalan dari pengembalian dokuman penting tersebut. Padahal ketika pertama kali dia telepon si pemilik amplop, mulailah “gendam” dari si pemilik mengubah logika dari si penelepon. Jadi bukannya imbalan yang bakalan dia terima, malah rekening dia habis terkuras oleh si pemilik amplop.

Oke, tidak ingin berpanjang lebar, amplop akhirnya saya buka, ternyata isinya adalah:

Cek 4,7 milyar yang terdapat di dalam amplop

Cek dari Bank Rakyat Indonesia cabang Monokwari – Irian Jaya dengan nilai nominal Rp 4.700.000.000,- (empat milyar tujuh ratus juta rupiah). Cek ini memiliki nilai yang sangat besar. Logikanya begini, jika gaji Anda Rp 10.000.000,- per bulan, maka uang sebesar di atas baru bisa terkumpul jika semua gaji Anda dikumpulkan bulat-bulat selama 39 tahun lebih. Wow!!! Suatu hal yang fantastis bukan?? Kalo benar-benar menemukan itu dan bukan penipuan, rasanya dengan uang sebesar itu bisa istirahat dan bersenang-senang paling tidak selama 10 tahunan tanpa bekerja.

Tapi kalo Anda orang yang teliti dan sering berhubungan dengan yang namanya cek, maka pada saat Anda melihat cek ini Anda akan langsung mengetahui kalau cek ini Aspal. Karena jelas sekali dari bentuk dan ketebalan kertas nya bukan menggambarkan cek yang sebenarnya yang biasanya terbuat dari kertas yang berkualitas. Selain itu tulisan yang tertera pada cek seperti barang cetakan dengan printer komputer biasa.

Bentuk SIUP yang ditemukan dalam amplop

Bentuk SIUP yang ditemukan dalam amplop

Isi selanjutnya adalah Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) – Besar atas nama PT. Mico Graha Pavindo dengan penanggung jawab Edy Putra Prawira selaku President Direktur. Nah, benda ini pun bagi orang yang pernah melihatnya terus memegang SIUP aspal ini bakalan mengetahui kalo ini benar-benar aspal. Karena sepertinya si penipu tidak begitu jeli memperhatikan detail, dimana surat ini sepertinya discan kemudian diprint ke kertas HVS biasa dengan printer kualitas rendah. Jadi terlihat hasil print yang tidak sempurna.

Bentuk Surat Keterangan Tanah yang terdapat dalam amplop

Bentuk Surat Keterangan Tanah yang terdapat dalam amplop

Berikutnya yang terdapat pada amplop yang ditemukan itu adalah Surat Keterangan Tanah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Monokwari yang ditanda-tangani oleh Kepala Kantornya atas nama Sutanto Jakatiyasa, SH. Surat ini menerangkan tentang sebidang tanah seluas 46.927 m2 (4,69 Hektar) yang berada di Kelurahan Wosi Kabupaten Monokwari Provinsi Irian Jaya Barat, hak miliknya dimiliki oleh Drs. A. Lesnussa, MM selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Monokwari. Tanah tersebut menurut surat BPN akan dipergunakan untuk investasi. Terhadap hal ini yang jelas saya bingung, apakah memang cukup legalitas suatu tanah hanya dengan selembar surat keterangan dari BPN saja?? Anda yang berpikir kritis pasti melihat kejanggalan tersebut.

Begitulah isi dari “amplop penting” yang ditemukan oleh anak rekan kantor saya. Bagi orang awam yang tidak mengetahui dengan jelas seluk beluk hal itu ketika menemukannya, mungkin berfikiran telah menemukan harta karun. Tapi bagi yang sudah terbiasa dengan hal itu, mereka tidak akan aneh dan langsung sadar bahwa ini adalah salah satu modus penipuan model baru. Yang jelas berhati-hati dan tidak “grasa grusu” bakalan lebih baik dari pada langsung menghubungi alamat yang tertera pada isi amplop. Karena siapa yang tahu jika ternyata setelah kita menghubungi nomor telepon yang tertera di dalam amplop ternyata kita malah kena “gendam” sehingga akhirnya menuruti apa saja keinginan suara di seberang telpon.

“Gendam” via telpon ini bukan cerita bohong lho, karena saya pernah melihat langsung orang yang terkena efek ini di pusat ATM BCA di kota tempat saya tinggal di Pekanbaru. Ceritanya saat itu saya ingin mengambil uang di pusat ATM BCA, saya melihat ada seorang bapak paroh baya bersama istri dan anaknya yang sudah gadis sibuk di salah satu ATM BCA. Si istri dan anak-nya sudah menangis sejadi-jadinya sambil menarik lengan bapak itu, sementara si bapak terlihat asik berbicara di telepon sambil memencet-mencet tombol di ATM. Padahal saat itu istri dan anak si bapak tersebut sudah memperingati bapak tersebut bahwa itu penipuan jangan melanjutkan memencet tombol ATM, tapi kelihatannya si bapak tidak mendengar penjelasan dan teriakan dari istri dan anak-nya tersebut.

Akhirnya keributan kecil tersebut mengundang orang-orang lain untuk mengerubungi keluarga itu. Setelah diberikan penjelasan oleh istri si bapak tersebut, orang-orang di sekitarnya langsung mengerti bahwa si bapak kelihatannya sudah terkena “gendam” melalui telepon. Orang-orang pun sibuk berteriak hingga di telinga si bapak tersebut untuk mengingatkan bahwa itu adalah penipuan, tapi si bapak ini tetap saja cuek tidak mendengarkan penjelasan orang-orang di sekitarnya. Karena hilang kesabaran orang-orang ini akhirnya si bapak tersebut oleh orang-orang ini ditarik dari mesin ATM secara paksa. Kelanjutannya saya tidak tahu, apakah si bapak akhirnya tersadar atau malah balik lagi ke mesin ATM, karena saat itu saya langsung melangkah meninggalkan bilik ATM untuk mengejar sesuatu yang penting yang akan saya lakukan.

Intinya dari cerita di atas adalah kita harus berhati-hati, karena saat ini yang ditakutkan adalah penggunaan kekuatan hipnotis atau magis sehingga kita bisa kehilangan kesadaran. Jadi kalo menemukan hal-hal seperti ini jangan gembira dulu, mungkin saja hal seperti ini ternyata jebakan bagi kita.

Waspadalah!!! Waspadalah!!!

About these ads

2 Komentar to “Cerita tentang Penipuan Berkedok Amplop Tertinggal”

  1. thanks…ini pengalaman penting….

  2. Haiya, mas Zaki, ngeri juga baca ceritanya. Terima kasih udah posting artikel ini. Sangat menambah pengetahuan mengenai modus penipuan saat ini. Saya boleh ya sharing pengalaman saya hari ini disini? :D dengan harapan tidak ada korban lagi nantinya.

    Hari ini saya juga hampir jadi korban. Malah penipunya langsung berhadapan dengan saya di sebuah mall di Surabaya. Modusnya adalah dengan cara menukar kartu ATM saya milik penipu atau orang lain yang dibungkus dengan kertas tisu setelah berusaha mempengaruhi saya dengan kedok ilmu kebatinan dll.
    Saya dalam kesadaran penuh tapi masih juga kecolongan karena saya disuruh jujur, terus menerus di doktrin si komplotan penipu untuk menjadi jujur dan akhirnya terlalu jujur dengan memberikan PIN saya :D
    Tapi saya masih dalam kesadaran penuh dan langsung memblokir no rekening saya 10 menit setelah para penipu meninggalkan saya. Mereka belum berhasil kali ini. Ah ya, ceritanya saya singkat, dan berusaha untuk tidak mengandung unsur SARA.

    Penipu ini tidak bekerja sendiri. Kebetulan penipunya adalah pria dan partner in-crime nya adalah wanita. Si wanita terlihat seperti wanita pengusaha sukses, menarik dalam berbusana dan cukup meyakinkan bahwa dia adalah orang yang bisa dipercaya (oleh calon korban), atau sebagai pengalih perhatian. Si wanita penipu berusaha memposisikan dirinya setara dengan si korban, sehingga korban (dalam hal ini saya, ha ha.. :P) merasa aman di dekatnya. Si penipu pria dan wanita ini seolah olah tidak saling kenal sebelumnya. Si penipu pria menggunakan kedok bahwa dia memiliki batu sulaiman yang punya banyak khasiat dan dia dapat membaca pikiran orang, menghilangkan teluh kiriman, dll.
    Si penipu wanita, seolah-olah tidak percaya pada kemampuan penipu pria dan sangat dominan dalam memainkan perannya. Saya seperti menyaksikan live sinetron bertema penipuan tapi tetap waspada. Si penipu pria mengaku tidak mengerti fungsi kartu ATM, karena di kota asal dia tinggal tidak ada yang namanya kartu ATM. Hanya ada buku tabungan, bernama Simpedes yang sering digunakan penduduk di kota asalnya tinggal. Namanya juga penipu.. berlagak bodoh padahal tau :P.
    Pada akhirnya, si penipu pria berusaha mengetes kejujuran yang pertama-tama dia terapkan ke penipu wanita. Dengan cara memberikan kartu ATM-nya ke saya dan penipu wanita memberikan PIN-nya ke saya supaya saya bisa mengambil sebagian uangnya untuk diamalkan. Tapi saat saya akan melakukannya, penipu pria menahan saya dan menyampaikan bahwa maksudnya sebenarnya hanya untuk mengetes kejujuran. Setelah itu kartu ATM tersebut dibungkus tisu lalu diberikan kembali pada penipu wanita, sambil berpesan untuk tidak menggunakannya dalam waktu 3 hari.

    Naaah… giliran sayaaaa. si penipu pria melakukan hal yang sama, namun perannya dibalik, karena si penipu wanita yang membawa kartu ATM saya dan karena saya terlalu jujur itulah, saya sebutkan digit PIN saya dengan tepat dan akurat. Pada akhirnya si penipu pria membungkus kartu ATM saya. Dia ternyata juga punya tangan yang cepat seperti pesulap. Dia bungkus kartu saya, tapi ditukarkan dengan kartu ATM si penipu wanita. Dia minta kepada saya untuk tidak menggunakan kartu ATM saya paling tidak setelah pukul 18:00 WIB. Mungkin maksudnya supaya dia bisa leluasa mengambil uang menggunakan kartu ATM, tanpa saya curiga. Padahal, kurang dari semenit, saya langsung cek kartu ATM yang telah dibungkus tadi dan memang bukan kartu saya yang ada disana. Penipu prianya punya nyali membagikan nomor HP. Beberapa menit kemudian, saya berusaha menelponnya, sebanyak 3 kali mungkin. Tapi dia tidak menjawab, padahal saya yakin dia masih di dalam gedung yang sama dengan saya. Saya rasa dia tahu saya menelpon dia, karena dia selalu memegang HP dalam melakukan aksinya. Akhirnya saya memutuskan untuk pergi kesatu-satunya mesin ATM yang ada di dalam gedung, dengan harapan dia belum mendahului saya, tapi menurut saya, mereka tidak akan berani berada dekat-dekat dengan mesin ATM tsb. Sementara saya tahu mesin ATM yang lain akan memerlukan waktu untuk dijangkau. Langsung saya menelpon call center bank, dan meminta blokir rekening saya sesegera mungkin. Petugas mengkonfirmasi jumlah tabungan yang saya miliki, dan syukurlah masih utuh. Penipunya masih sempat sms dan menelpon saya. Ketika saya bilang kartunya tertukar, dia juga sempat minta maaf. He he.. penipunya sok alim banget. Berlagak seperti orang yang religius

    Hati-hatilah jika ada penipuan yang serupa dengan yang saya alami, jangan panik dan tetap sadar dan berpikir dengan konsentrasi penuh. Para penipu yang sangat ahli mempengaruhi orang ini, sangat berpengalaman karena mereka cukup tenang dalam menjalankan aksinya.

    Jika Anda sedang berjalan-jalan di mall, atau pusat perbelanjaan dan tiba-tiba ditegur oleh orang yang tidak Anda kenal lalu orang tersebut mengajak berbicara, Anda dapat segera menghindari dengan sopan atau menolak jika diajak ke tempat lain. Ciri khusus penipu atau orang yang punya niat jahat, baik yang tersembunyi ataupun terang-terangan, adalah dia selalu mengajak atau menggiring Anda ke tempat yang sepi, dan terhindar dari CCTV, atau pengelihatan orang lain. Seperti cenderung mencari meja makan, atau tempat duduk di balik dinding, dll. Hal ini supaya dia lebih leluasa menjalankan aksinya.

    Waspadalah!, karena jika tidak, Anda akan ribet sendiri, seperti saya :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.004 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: