Manakah yang Akan Saya Ambil, Apakah GPS Tomtom atau Garmin Nuvi??


SUDAH lama rasanya saya tidak menulis di blog yang saya miliki ini. Saya dan keluarga ada rencana untuk pulang kampung ke Kandanghaur dengan mobil. Jadi saat ini saya sedang berfikir untuk membeli GPS navigasi untuk memudahkan saya pulang kampung tanpa tersesat dalam perjalanan dari Pekanbaru ke Kandanghaur.

Saya sudah melakukan searching dan googling merk-merk GPS yang bertebaran di Indonesia, dari yang termurah seperti produk Superspring hingga yang mahal seperti produk Garmin Nuvi. Akhirnya dari hasil baca-baca, pilihan saya mengerucut untuk memilih Garmin Nuvi atau Tomtom. Satu per satu pertimbangan pengerucutan itu akan saya jelaskan dalam artikel ini.

GPS Garmin Nuvi sudah lama “terjun” ke Indonesia. Jadi sudah tidak bisa lagi diragukan kualitasnya dan jaminan komunitasnya yang banyak sekali di Indonesia. Inilah salah satu nilai positif dari produk Garmin di Indonesia. Untuk saat ini (mungkin sejak 2010) Garmin memang sudah tidak lagi menggunakan peta dari Tele Atlas, tapi mengingat komunitasnya yang banyak dan sudah ada peta produk lokal yang gratis dari Navigasi.net, maka hal ini tidaklah menjadi masalah bagi Garmin.

Model GPS Garmin dan GPS Tomtom

Menurut apa yang saya baca dari milis GPS, sejak Garmin menggunakan peta dari Navteq , kualitas peta resmi yang disajikan oleh Garmin menjadi kurang akurat jika dibandingkan dengan peta keluaran Tele Atlas. Memang diakui Tele Atlas sudah sejak lama malang melintang di dunia perpetaan di Indonesia. Tele Atlas juga pernah bekerja sama dengan Bakosurtanal dalam pemetaan wilayah Indonesia. Sudah jelas, hal ini menambah nilai tersendiri bagi kelengkapan peta Tele Atlas di Indonesia. Tapi sejak Tele Atlas dibeli oleh Tomtom, menyebabkan Tomtom memiliki hak eksklusif untuk penyajian peta Tele Atlas di dalam gadgetnya. Otomatis Garmin sebagai pesaing dari Tomtom berpaling ke Navteq yang “kurang” memiliki pengalaman perpetaan di Indonesia. Dan ini berimbas dengan banyaknya komplain dari peta yang dikeluarkan oleh Navteq pada produk-produk Garmin. Untungnya Garmin diuntungkan dengan nama besarnya dan komunitas yang ada di belakangnya dan adanya peta lokal dari Navigasi.net yang gratis yang menjadi alternatif tambahan dalam produk Garmin, dengan tetap berharap semoga ke depannya peta keluaran Navteq akan lebih sempurna lagi.

Berbicara mengenai peta, tidak lepas kaitannya dengan 2 perusahaan “pemasok” peta terbesar di dunia, yaitu Tele Atlas dan Navteq. Tele Atlas berangkat dari penguasaan di daratan Eropa untuk selanjutnya mencoba untuk merangsek ke Amerika dan selanjutnya Asia. Sedangkan Navteq berangkat dari penguasaan di Amerika dan selanjutnya merangsek ke Asia dan Eropa. Tele Atlas saat ini telah dikuasai oleh Tomtom dan Navteq sendiri dikuasai oleh Nokia. Produk-produk GPS yang beredar di dunia menggunakan peta dari kedua perusahaan tersebut.

Untuk daerah Eropa, jelas sekali Tomtom mendominasi dari pada produk-produk GPS yang lainnya. Ditambah lagi dengan dukungan Tele Atlas, di Eropa Tomtom benar-benar tak terkalahkan.

Sedangkan untuk daerah Amerika dan sekitarnya, jelas sekali Garmin mendominasi dengan peta dari Navteqnya yang sudah lebih dulu melakukan pemetaan di daerah Amerika. Walaupun saat ini Tomtom sendiri pun sudah mulai merambah ke Amerika dengan peta dari Tele Atlasnya.

Navteq dan Tele Atlas, Penyedia Peta Dunia

Beberapa situs melakukan pengujian routing antara produk Garmin dengan Tomtom, dalam hal ini membandingkan antara peta Navteq dan Tele Atlas. Dan berdasarkan apa yang saya baca, ternyata di daratan Amerika sendiri Garmin alias Navteq kalah cepat dalam routing sekitar 6 hingga 7% dari Tomtom. Saya lupa linknya dimana, cuma dalam situs itu pun dijelaskan bahwa sebenarnya jika dibandingkan dengan Navteq perusahaan Tele Atlas adalah perusahaan yang relatif lebih kecil, sehingga produknya jauh lebih murah. Oleh karenanya karena murah produknya banyak produk GPS berpaling ke Tele Atlas. Saya tidak tahu sejauh mana kebenaran dari berita ini, tapi yang jelas Google yang sebelumnya menggunakan Navteq pun dikabarkan melakukan kerja sama selama 5 tahun dengan Tele Atlas. Jadi ke depannya kelihatannya perusahaan pemetaan Tele Atlas memiliki prospek yang cerah.

Kembali lagi ke perangkat GPS, masih berbicara mengenai Garmin. Perangkat yang saya incer adalah Garmin Nuvi 1460i atau Garmin Nuvi 2565 LM. Tanda i dalam 1460 menandakan bahwa produk tersebut dikhususkan untuk dijual dan didistribusikan di Indonesia. Sedangkan tanda LM menandakan adanya jaminan seumur hidup untuk peta pada produk Garmin ini. Tapi jelaslah jaminan peta resminya kan City Navigator yang dikeluarkan oleh Navteq, jadinya saya pribadi tidak begitu antusias dengan jaminan seumur hidup ini. Mungkin jika 5 atau 10 tahun lagi dimana peta Navteq untuk kawasan Indonesia sudah semakin disempurnakan mungkin ini akan membuat saya tergiur. Sedangkan untuk Garmin Nuvi 1460i tidak ada jaminan peta seumur hidup.

Garmin Nuvi 1460i dan Nuvi 2565 LM sebenarnya keduanya memiliki karakteristik yang sama. Layar 5 inchi hanya ditambah sedikit face-lift saja, dimana Garmin Nuvi 2565 LM adalah produk yang lebih baru. Perbedaan keduanya yang cukup mendasar hanya pada adanya kompas yang bisa digunakan di dalam ruangan yang ada pada Garmin Nuvi 2565 LM. Sedangkan selebihnya semuanya sama saja. Dengan selisih lebihd ari 500 ribu rupiah di antara 2 produk ini cuma menang di garansi peta dan kompas, rasanya terlalu mahal untuk membeli produk ini. Cuma kelebihan dari Garmin Nuvi yang menurut saya telak banget dimana kemudahan pengoperasian, reliabilitas, dan mudahnya instal peta dari Navigasi.net rasanya benar-benar tidak bisa dipandang sebelah mata. Hal ini yang menyebabkan Garmin ini menjadi prioritas utama saya dalam pemilihan GPS.

Sedangkan untuk GPS Tomtom, GPS ini terkenal kehandalannya. Tomtom adalah perusahaan dari Belanda yang sudah sangat terkenal untuk masalah pemetaan. Dari segi reliabilitas dan kemudahan pengoperasian sudah tidak diragukan lagi. Cuma bentuk dari GPS Tomtom ini jika dibandingkan dengan Garmin masih kalah jauh estetik alias indah dipandang mata Garmin. GPS Tomtom yang dijual di Indonesia hanya menawarkan fungsi navigasi saja tanpa ada tambahan fungsi-fungsi lainnya, seperti pemutar musik atau sejenisnya. Selain itu Tomtom saat ini belum bisa menggunakan peta dari Navigasi.net, sehingga ini adalah nilai minus dari GPS Tomtom.

Tomtom juga hanya menawarkan sekali update untuk peta terbaru dan 4 kali update pemutakhiran peta dalam rentang waktu satu tahun. Dibandingkan dengan Garmin yang menawarkan garansi peta seumur hidup dari sini sudah kalah telak. Tapi satu hal nilai positifnya adalah dukungan peta dari Tele Atlas akan membuat GPS ini cukup akurat dan dapat diandalkan untuk pengoperasian di Indonesia. Selain itu Tomtom tidak pelit memberikan peta, dimana setiap pembelian GPS Tomtom kita diberikan peta se Asia Tenggara. Ini yang tidak diberikan oleh Garmin. Jadi ketika kita membeli Tomtom, kita tidak perlu repot untuk membeli peta Malaysia, Singapura atau negara-negara di Asia Tenggara lainnya, karena semuanya sudah dimasukkan dalam paket GPS Tomtom yang ditawarkan. Dan sudah jelas, peta Asia Tenggara itu buatan Tele Atlas yang sudah cukup berpengalaman dalam pemetaan di Asia. Benar-benar sulit untuk diindahkan hal seperti ini.

Kelemahan Tomtom dalam hal tidak mendukung peta dari Navigasi.net cukup terbayarkan dengan adanya fitur koreksi peta pada GPS. Fitur koreksi peta ini tidak ada pada GPS merk lain sekalipun itu sekelas Garmin. Jadi tanpa dukungan peta dari Navigasi.net sekalipun sebenarnya Tomtom sudah lebih berdaya guna jika digunakan untuk navigasi sehari-hari. Tapi mengingat hampir setiap tahun terdapat 15% perubahan pada peta, rasanya jika kita ingin tetap up to date maka mau tidak mau kita musti berlangganan peta dari Tele Atlas yang skemanya sampai saat ini saya masih belum mengetahuinya.

Untuk Garmin dengan model yang saya sebutkan sudah ada fitur Track log, dimana jika ada perubahan jalan atau peta, track log bisa dikirimkan ke Navigasi.net untuk selanjutnya bisa digunakan oleh Navigasi.net untuk memperbaharui petanya sehingga lebih akurat lagi. Jadi hampir sebelas dua belas saja sih dengan Tomtom. Tapi dengan kelas yang sama, Garmin Nuvi 1460i vs Tomtom Via 280 dimana Tomtom jauh lebih murah, dan Garmin Nuvi 2565 LM vs Tomtom Go 2050 dan Tomtom jauh lebih murah, rasanya sulit untuk mengesampingkan Tomtom. Apalagi saya sendiri pun paling akan banyak melakukan Navigasi ke daerah-daerah perkotaan yang hampir sebagian besar sudah disupport oleh peta Tele Atlas, rasanya sulit untuk tidak mempertimbangkan Tomtom. Terkecuali jika saya banyak memerlukan navigasi di daerah yang kebanyakan belum didukung peta Tele Atlas, lebih didukung peta Navigasi.net, rasanya Garmin adalah pilihan utama dan satu-satunya.

Akhirnya saya menjadi semakin bingung mana yang mau saya pilih Garmin atau Tomtom, walaupun saya lebih prefer ke Tomtom karena kemudahannya tapi saya juga tidak bisa mengesampingkan Garmin karena kemudahan “opreknya” dan GUI nya yang benar-benar simple dan keren menurut saya. Jikalau saya nantinya memilih Tomtom, saya hanya berharap suatu saat kelak Tomtom menjalin kerja sama dengan Navigasi.net sehingga bisa mendukung peta keluaran Navigasi.net yang nantinya akan membuat Tomtom jauh lebih powerful lagi dibandingkan Garmin. Tapi 5 tahun atau 10 tahun lagi hal yang saat ini belum terjadi mungkin saja akan terjadi. Siapa yang tahu kan???

Pekanbaru, 22 April 2012.

About these ads

One Comment to “Manakah yang Akan Saya Ambil, Apakah GPS Tomtom atau Garmin Nuvi??”

  1. good info gan, btw akhirnya pakai garmin apa tomtom

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.005 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: