Bom bunuh diri dan perjudian hidup


Terorisme yang selalu mengancam sendi kehidupan

Terorisme yang selalu mengancam sendi kehidupan

SAYA sebagai orang awam dalam pengetahuan tentang Islam, terus terang merasa kasihan kepada pelaku bom bunuh diri yang begitu nekadnya melakukan pemboman di Indonesia. Kenapa saya kasihan? Karena sebagai muslim mereka sebetulnya tahu jika Allah SWT tidak akan membuka pintu surga-Nya bagi orang yang melakukan bunuh diri. Dan saya pun tahu benar, mereka semua yang melakukan bom bunuh diri sebenarnya pada diri mereka sangat menginginkan untuk masuk surga, ibaratnya sih mati sebagai syahid sehingga ketika di akhirat sama sekali tidak dihisab langsung masuk surga.

Tapi itu tadi karena keyakinan yang ditanamkan kepada mereka oleh “mentor”nya sedemikian kuat (seperti ada pencucian otak), sehingga mereka sangat yakin sekali dengan melakukan bom bunuh diri bakalan masuk surga. Padahal terus terang saja, dari apa yang saya baca dalam Islam untuk masuk surga tuh susah betul (kalau tidak boleh disebut gampang-gampang susah). Orang yang melakukan ibadah pun belum tentu masuk surga jika setiap ibadah yang dia lakukan bukan karena Allah SWT, tapi karena ingin dipuji atau ingin disegani dan lainnya. Dan itu semua bisa didapat apabila ibadah yang kita lakukan benar-benar khusyuk karena Allah Ta’ala.

Selain ibadah, kita pun masih perlu “memurnikan” sifat-sifat kita. Memurnikan di sini maksudnya adalah kita jauhkan diri kita dari sifat-sifat tercela, seperti iri, dengki, syirik, dan sebagainya. Kalau ini semuanya pun telah dilakukan, bisa juga kita tidak masuk surga jika ternyata orang tua kita (terutama ibu kita) ternyata tidak ridho kepada kita karena mungkin kita pernah berbuat salah yang tidak termaafkan olehnya. Seperti cerita yang pernah saya dengar tentang salah satu sahabat nabi yang sangat sholeh, kemudian ketika mau meninggal dia susah di sakaratul mautnya, tapi setelah meminta maaf kepada ibunya akhirnya dia mati dengan tenang.

Nah untuk berjihad dan mati syahid, memang dijanjikan oleh Allah untuk masuk surga. Tapi semuanya itu tergantung pada niatnya. Pada salah satu cerita, ada salah satu sahabat nabi yang berperang dengan niat awal bukan Lillahi ta’ala, tapi akhirnya dia bisa perbaiki dirinya dan benar-benar total semuanya karena Allah, akhirnya diibaratkan di surganya nanti dia akan memperoleh ranjang emas yang miring. Kenapa miring? Karena dia sempat salah dalam berniat ketika jihad berperang di jalan Allah.

Jadi dari hal di atas, saya memandang bahwa di dalam Islam tidak semudah itu untuk masuk surga. Dan saya sendiri pun tidak tahu apakah nanti bisa masuk surga atau malah masuk neraka terlebih dahulu. Tapi yang jelas, dari apa yang saya baca, semua orang muslim dijanjikan untuk masuk surga, tapi bagi mereka yang pahalanya lebih sedikit mungkin akan mampir dulu untuk sementara waktu untuk dicuci di neraka. Tapi janji tersebut pun jika si muslim tersebut menjaga hidupnya sehingga terhindar dari hal-hal yang sia-sia sehingga akhirnya masuk neraka selama-lamanya. Hal yang sia-sia ini misalnya bunuh diri. Bagaimanapun tekun beribadahnya seseorang, jika bunuh diri maka tidak ada jalan selain dia masuk neraka selama-lamanya. Makanya saya benar-benar kasihan pada para pelaku bom bunuh diri itu.

Ibaratnya begini, masalah ini kan masih rahasia Allah, jika ternyata Allah membenarkan keyakinan mereka para pelaku bom bunuh diri dan menggolongkan mereka ke dalam syuhada maka mereka bisa masuk surga dan itu sesuai sekali dengan keinginan mereka. Tapi jika ternyata Allah berkehendak lain, menganggap bahwa mereka itu bunuh diri, maka mau tak mau mereka bakalan masuk neraka untuk selama-lamanya.

Jadi apa yang mereka lakukan, menurut saya adalah suatu perjudian besar atas kehidupan mereka selanjutnya. Karena menurut saya hidup di dunia ini fana, yang kekal adalah hidup di akhirat. Tapi jika untuk hidup di akhirat nanti sudah diperjudikan seperti itu, iya kalau benar bisa menang sehingga bisa masuk surga. Kalau ternyata salah dan kalah, maka bisa dipastikan akan kekal selama-lamanya di neraka.

Jadi kalau ternyata menurut Allah nanti itu semua salah, maka mereka benar-benar rugi dua kali, yang pertama dia meninggalkan dunia dengan mati secara tidak wajar, dan setelah mati ternyata karena digolongkan bunuh diri oleh Allah SWT akhirnya masuk neraka selama-lamanya. Sudah jelas jika ini yang terjadi mereka bakalan mengutuk-ngutuk “mentor” yang mengajaknya. Jadi kasihan betul mereka menurut saya.

Tapi itulah, semuanya memang berakar pada keyakinan. Keyakinan yang sedemikian besar bisa memupuskan atau menghilangkan segala logika dalam berfikir. Ibaratnya mereka sudah mutlak tanpa tedeng aling-aling mengikuti plot yang sudah digariskan oleh “mentor”nya. Kalau mereka masih ada logika untuk berfikir semustinya mereka pertimbangkan jika melakukan bom bunuh diri maka mereka telah melakukan perjudian atas kehidupan abadinya. Tapi jika memang mereka benar-benar ingin berjihad dan mati syahid, kenapa mereka tidak mencari cara yang benar-benar aman menurut saya misalnya dengan terjun langsung di medan peperangan seperti di Afganistan atau sejenisnya. Kalau itu yang mereka ikuti kemudian mati ditembak musuh di medan perang dengan niat benar-benar tulus karena Allah Ta’ala sudah dipastikan mereka benar-benar akan masuk surga.

Jadi intinya jangan membuat suatu hal yang sia-sia dalam hidup anda, jika anda ingin hidup selamanya di akherat kelak. Biarkan hidup ini seperti menabung, apa yang bisa ditabung kita tabung. Karena semuanya adalah rahasia Allah yang kita sebagai manusia tidak tahu rahasia tersebut. Tapi Allah SWT sudah menggariskan beberapa hal yang harus dihindari baik dalam Al-Qur’an maupun Hadist Nabi. Ikuti saja semuanya, niscaya hidup kita di dunia ini tidak sia-sia.

3 Komentar to “Bom bunuh diri dan perjudian hidup”

  1. pendapat zaki pribadi benar,apalagi kalo tulisannya ditambah pandangan2 ulama tentang hal diatas,termasuk dalil yang mendukung,insyaAllah lebih afdhol🙂
    bunuh diri apapun alasannya tetap haram.

  2. Menganalisis fenomena terorisme dari sisi ini memang simpel: bunuh diri adalah haram, apa pun alasannya..

    Mampir, salam kenal sing wong krangkeng, Indramayu ujung timur…🙂

  3. Ya… itulah yang sebenarnya ingin saya sampaikan.
    Salam kenal juga sing wong Parean. Kita wis mampir ning bloge ente, mantap bloge. Mampir maning di bloge kita, ana cerita tentang tradisi lebaran ning keluarga kita. :0

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: