Refreshing: 88 Minutes


Al Pacino - 88 Minutes

Al Pacino - 88 Minutes

SEMALAM saya bersama keluarga jalan-jalan menghirup udara malam dan mampir sebentar ke tempat penyewaan VCD / DVD Ultra Disk yang di Jalan Paus Pekanbaru. Ternyata ada film baru yang dibintangi oleh Al Pacino yang berjudul 88 Minutes. Akhirnya saya pinjam juga film tersebut dan ternyata lagi… tidak sia-sia saya mengambil film tersebut karena film tersebut bagus banget bertemakan thriller pembunuhan. Bagi yang ingin tahu jalan ceritanya simak tulisan saya ini.

Sebelumnya mohon maaf dikarenakan dari sejak kecil hingga sekarang, satu hal yang sulit bagi saya adalah mengingat nama orang, maka nama dalam cerita ini tidak saya sebutkan karena lupa.

Cerita bermula dari dua orang kakak beradik wanita keturunan Chinese yang tinggal di salah satu apartemen di Seattle Amerika Serikat. Salah satu dari kedua orang ini beranjak tidur dan yang satunya lagi mencoba memanggil kucing peliharaannya untuk memberi makan kucing tersebut. Wanita yang tidur karena merasa bising dengan suara musik yang keras menutup telinganya dengan bantal.

Tiba-tiba datang seseorang laki-laki masuk ke dalam apartemen tersebut dan membius wanita yang sedang mencari kucing. Setelah wanita itu dibius, oleh laki-laki tadi kaki si wanita diikat dengan tali dan digantung dengan posisi kepala ke bawah. Kemudian badan dari wanita tadi di sayat hingga meninggal. Saudaranya yang satu lagi merasa mendengar teriakan kecil (teriakan yang teredam oleh sapu tangan pembunuh), kemudian bangun dan memeriksa keadaan. Ketika membuka pintu, dia melihat kondisi saudaranya sudah meninggal, akan tetapi karena si pembunuh masih berada di apartemen tersebut akhirnya wanita yang ini pun langsung dibius oleh si pembunuh dan diikat kakinya dengan posisi kepala di bawah sama dengan posisi saudara wanitanya yang barusan dibunuh. Kemudian terulang prosesi penyayatan yang sama, akan tetapi pada saat akan membunuh tiba-tiba si wanita terbangun dari bius dan berteriak dengan sekencang-kencangnya. Akhirnya si pembunuh melarikan diri keluar dari apartemen tersebut.

Singkat cerita si pembunuh tersebut tertangkap dan dalam prosesi persidangan yang melibatkan Al Pacino selaku pakar forensik si pembunuh terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan. Di akhir sidang si pembunuh tersebut melihat ke arah Al Pacino dan berkata “tic tac” yang intinya mengancam Al Pacino selaku orang yang menurut dia bertanggung jawab terhadap hukuman yang diberikan kepada dirinya.

Dalam film disebutkan Al Pacino sebagai seorang “jagoan” adalah seorang Profesor di salah satu perguruan tinggi ternama, dimana dia merupakan pakar ahli dalam bidang forensik yang sering memberikan pertolongan profesi kepada polisi maupun FBI. Jagoan kita ini digambarkan sebagai orang berduit yang suka bergaul dengan wanita-wanita muda (flamboyan) tapi juga sangat ahli di bidangnya. Dia tidak menikah dan kemungkinan besar hal ini disebabkan trauma masa lalunya ketika dia kehilangan adiknya yang tewas dibunuh oleh seorang psikopat dengan cara disiksa selama 88 menit.

Selanjutnya si Profesor ini mendapat ancaman dengan awalan bunyi “tic tac” bahwa dia akan mati dibunuh 88 menit kemudian. Awalnya si profesor tidak menanggapi hal ini, tapi setelah pesan ternyata terus menerus tiba ke tempat dia walaupun dia sudah mengganti HP nya dengan HP mahasiswinya, dan pesan tersebut menunjukkan waktu “kematian” yang semakin berkurang, akhirnya dia mulai percaya ada seseorang yang berusaha untuk mengirim pesan untuk membunuhnya dan dia mencoba untuk konsentrasi meneliti permasalahan tersebut.

Satu demi satu orang-orang terdekat si profesor dia teliti dengan seksama. Satu demi satu juga orang terdekatnya dibunuh dengan bukti-bukti pembunuhan mengarah kepada dirinya, baik itu adanya sperma, sidik jari, tas komputer, dan sebagainya. Semua bukti-bukti pembunuhan dari orang-orang terdekatnya mengarah ke dirinya, yang akhirnya membuat salah satu teman dekatnya yang merupakan orang FBI mencoba untuk menangkapnya.

Akhirnya dia mencoba untuk memberikan penjelasan kepada teman terdekatnya yang orang FBI tersebut sambil meminta waktu 10 menit jika memang si FBI ini bersikeras ingin menangkapnya. Setelah itu si profesor berangkat ke kampus menjumpai si peneror sekaligus si pembunuh yang mengirimkan pesan untuk segera ke kampus menjumpai dia. Dan olala… setelah dia tiba di kampus dan menjumpai si pembunuh ternyata orang tersebut adalah salah satu Mahasiswinya yang terkenal sangat pandai dan kritis.

Ternyata mahasiswinya ini berhasil dimanipulasi pikirannya oleh si pembunuh yang terancam hukuman mati dan bisa diperbudak oleh dia untuk melakukan tugas-tugas pembunuhan untuk menggiring semuanya agar tampak bukti bahwa si pembunuh adalah profesor. Si Mahasiswi ini ternyata telah beberapa kali menemui si pembunuh dengan kapasitasnya selaku penasehat hukum. Dan dikarenakan kemampuan bicara yang hebat dari si pembunuh, pikiran dia telah termanipulasi dan mencoba membantu si pembunuh untuk bebas dari jeratan hukum dengan cara-cara yang licik. Satu hal yang tidak disadari oleh si Mahasiswi ini adalah adanya agen FBI yang melihat itu semua dan akhirnya semua rencana dia buyar dan dia sendiri terbunuh dengan cara terlempar dari tempat yang tinggi.

Di akhir cerita ternyata si pembunuh tidak menyadari jika orang suruhannya si mahasiswi itu sudah mati, dan dia mencoba menghubungi orang suruhannya dengan menggunakan HP. Langsung saja HP tersebut dijawab oleh si Profesor, dan si Profesor langsung menyatakan bahwa orang suruhannya sudah mati terjatuh, dan si Profesor balik mengintimidasi si Pembunuh bahwa akibat perbuatannya proses hukuman mati dia akan dipercepat.

Akhirnya semuanya berakhir dan saya pribadi sangat terkesan dengan alur ceritanya yang tidak mudah untuk ditebak dan membuat orang penasaran. Bagi yang belum menontonnya, saya sarankan untuk menonton film ini karena yang jelas gak bakalan menyesal deh….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: