Kejadian Hampir Celaka


design133_800KEJADIAN ini saya alami siang ini di Jalan Sudirman Pekanbaru, ceritanya begini. Hampir setiap waktu istirahat kantor, saya pergi ke Jalan Durian Pekanbaru tempat kumpul teman-teman saya sesama alumni IPB sekaligus kantor Konsultan di sana. Sebelum tiba saatnya saya balik lagi ke kantor cuaca di luar mendung dan sudah mulai turun hujan rintik-rintik. Dikarenakan saya takut terlambat tiba di kantor, sekaligus juga mengejar jangan sampai kehujanan, akhirnya saya beranikan diri untuk bergerak mengendarai motor kesayangan menuju ke kantor.

Malang tak bisa ditolak, untung tak bisa diraih, akhirnya terjadi juga hujan yang cukup lebat di tengah perjalanan saya menuju kantor. Agar tidak basah kuyup saya berteduh di salah satu ruko menunggu hujan reda. Setelah saya rasa agak reda akhirnya saya lanjutkan lagi perjalanan. Sampai di Jalan Pepaya, hujan kembali turun dengan agak deras, dan saya berteduh lagi di salah satu ruko. Setelah saya melihat hujan mulai tinggal rintik-rintik saja saya beranikan melanjutkan perjalanan karena jarak ke kantor sudah dekat.

Ketika saya melaju di belokan antara Jalan Nangka / Tuanku Tambusai dengan Jalan Sudirman, saya mengambil posisi di sebelah kanan jalan karena di bundaran air mancur saya akan memutara ke arah sebaliknya. Tiba-tiba pengendara wanita yang melaju persis di depan saya mengerem motornya dengan mendadak, mungkin menghindari agar tidak menabrak mobil di depannya. Kondisi cuaca saat itu masih hujan rintik-rintik dan jalan raya agak basah tergenang. Mungkin dikarenakan jalan dalam kondisi basah pengendara wanita di depan saya tidak mampu mengendalikan motornya yang slip di jalan raya. Dia terjatuh dan agak terlempar ke depan. Sedangkan motornya melintang menghalangi jalan motor yang saya kendarai di belakangnya.

Melihat hal yang sangat mendadak terjadi persis di depan saya, saya mencoba mengerem motor dengan tiba-tiba. Dikarenakan jaraknya sudah terlalu dekat dengan motor yang saya kendarai, akhirnya supaya tidak menabrak motor yang melintang di tengah jalan, masih dalam posisi mengerem dan slip, motor saya banting ke arah kiri hingga menimbulkan efek seperti di film-film menikung. Akhirnya, sukses motor saya berhenti dengan sempurna dalam posisi miring tepat mencium motor yang jatuh melintang di tengah jalan. Untung saja kondisi lalu lintas tidak begitu padat dan mobil yang berada di belakang masih jauh sehingga tidak menabrak saya yang kebetulan setelah kejadian itu motor yang saya kendarai terkunci oleh motornya.

Kemudian saya mencoba untuk memberdirikan motor saya yang miring, tapi apa mau dikata karena ban belakang motor saya terkunci ban belakang motor dia yang terjungkal, sulit sekali bagi saya untuk mendirikan motor saya yang miring. Untung saja ada pengendara mobil pick up di belakang saya yang berhenti dan memberikan pertolongan kepada pengendara motor yang jatuh di depan saya. Akhirnya setelah motor yang jatuh diberdirikan, motor saya bisa dengan bebas berdiri. Karena kondisi saat itu masih hujan dan saya takut lebih terlambat lagi ke kantor, akhirnya langsung saya bergegas menjalankan motor saya kembali ke kantor yang jaraknya tinggal beberapa meter lagi.

Begitulah kejadian yang baru saja saya alami. Kejadian tersebut tepat terjadi di seberang kantor di dekat masjid di Jalan Sudirman Pekanbaru. Saya sangat bersyukur sekali saya tidak celaka dan tidak kurang suatu apapun. Walaupun memang pas saat mendirikan motor tersebut kaki saya sempat terkena knalpot motor yang jatuh melintang di tengah jalan. Tapi sekali lagi jika bukan karena kekuasaan Allah SWT mungkin kejadiannya tidak akan seperti itu, karena banyak sekali kemungkinan yang bisa terjadi.

Kemungkinan pertama, jika jarak saya dengan motor yang jatuh lebih dekat lagi, mungkin saya tidak bisa mengendalikan motor saya dan motor saya akan melindas motor yang jatuh dan mengakibatkan saya sendiri pun ikut terjatuh. Alhamdulillah kemungkinan ini tidak terjadi, saya masih punya ruang untuk mengerem motor saya walaupun saya musti memiringkan motor akibat kondisi motor yang slip terkena hujan.

Kemungkinan kedua, jika kondisi lalu lintas di belakang saya padat dan dalam kondisi kecepatan tinggi, walaupun kemungkinan pertama tidak terjadi, kemungkinan besar saya dan motor yang jatuh akan ditabrak oleh mobil pick up yang persis berada di belakang saya. Apalagi kondisi saat itu hujan bisa jadi jika mobil di belakang saya jaraknya dekat dia bakalan ikut slip dan walhasil saya ikut tertabrak dan mungkin sekarang sudah di rumah sakit atau di alam baka. Alahamdulillah kemungkinan ini tidak terjadi, mobil di belakang saya agak jauh dan dikendarai dengan pelan sehingga masih bisa untuk mengerem menghindari menabrak saya dan motor di depannya.

Akhirnya satu hal yang bisa saya ucapkan adalah rasa syukur yang tak terhingga besarnya atas nikmat dan karunia yang Allah berikan kepada saya, sehingga saya selamat tiba di kantor dan sampai saat ini masih diberikan kepercayaan oleh Allah untuk beribadah mencari rezeki menghidupi keluarga kecil yang saya miliki.

Alhamdulillahirobbil’alamiin……

One Comment to “Kejadian Hampir Celaka”

  1. Jadi nasib pengendara didepan td..kok nggak diceritain Pak..cidera atau tidak … kondisinya kebasahan atau tidak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: