Refreshing: Fast and Furious


Fast and Furious - Vin Diesel

Fast and Furious - Vin Diesel

KEMARIN pas saya mengembalikan VCD 88 Minutes yang saya pinjam, di rak Ultra Disk terpampang film terbaru Vin Diesel yaitu Fast and Furious. Film ini adalah film bertema Fast and Furious keempat yang kembali dibintangi oleh Vin Diesel. Kalau kita lihat dari film yang ketiga, maka film ini bisa dibilang flash back dari film ketiga tapi mengambil cerita yang lain, dalam arti sebenarnya merupakan kelanjutan dari film kedua.

Fast and Furious dalam film terbaru ini masih menceritakan seputar dunia balap mobil liar di jalanan. Dimana adegan dimulai dengan kejar-kejaran mobil untuk mengambil tangki minyak dari mobil gandengan yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Aksi kejar-kejaran untuk “merampok” minyak pun berlangsung dan dimenangkan oleh kelompok Vin Diesel yang berakhir dengan masuk jurangnya sisa dari truck tangki pemuat minyak.

Akibat ulahnya ini membuat kelompok Vin Diesel menjadi kelompok yang paling dicari oleh pihak berwajib, sehingga hal ini membuat Vin Diesel memutuskan untuk memecah kelompoknya karena dia berfikiran bahwa pihak berwajib hanya mengejar dirinya, sehingga teman-temannya akan lebih aman jika tidak bersama dengan dirinya. Salah satu temannya yaitu Han akhirnya hijrah ke Tokyo dan cerita tentang Han inilah yang melahirkan film Fast and Furious Tokyo Drift.

Setelah berpencar dan menjalani kehidupan masing-masing, Vin Diesel yang saat itu berada di Amerika bagian Selatan menerima telpon dari adiknya yang mengabarkan bahwa kekasihnya sudah tewas terbunuh. Mendengar hal ini Vin Diesel balik lagi ke Amerika untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi yang menyebabkan kekasihnya tewas.

Ternyata kepulangan Vin Diesel ke Amerika membuat pihak berwajib di sana meningkatkan kewaspadaan dan membuka kasus lama yang melibatkan dia. Langsung saja ditugaskan salah satu agen FBI untuk menangani hal ini sampai agen FBI tersebut menahan adiknya agar Vin Diesel tersebut menyerah. Oleh salah satu agen FBI yang lain yang bernama Connor yang pada film sebelumnya diceritakan pernah menjalani hubungan dengan adiknya Vin Diesel, adik dari Vin Diesel yang ditahan oleh rekan FBI-nya ini dibebaskan. Hal ini mengakibatkan pertengkaran yang serius antara dia dengan rekan kantornya.

Dari penyelidikan Vin Diesel pada lokasi kematian kekasihnya didapatkan petunjuk bahwa tewas terbunuhnya kekasihnya itu melibatkan orang yang berkecimpung pada mobil balap jalanan penyuka komponen illegal. Akhirnya dari situ dia mendapatkan petunjuk bahwa hanya ada satu orang yang mampu memadukan bahan illegal dalam modifikasi mobil balap jalanan. Dari sini didapatkanlah bahwa orang tersebut ternyata adalah salah satu pengendara Braga.

Kebetulan Braga sendiri sebagai seorang Mafia yang pada saat itu sangat dicari-cari oleh Pihak FBI dan belum diketahui fotonya, sedang melakukan kompetisi untuk mencari pengendara terbaik dan tercepat yang akan mereka gunakan untuk menyelundupkan narkoba dari Amerika Selatan ke Amerika. Karena si Braga ini sangat dicari-cari oleh FBI, dan FBI pun mendengar akan kompetisi ini, akhirnya FBI mengutus Connor untuk mengikuti kompetisi ini dengan harapan bisa mendekati dan mengetahui siapa sebenarnya Braga sebagai pemasok narkoba terbesar di Amerika.

Vin Diesel yang ingin mengetahui siapa pembunuh kekasihnya, dan Connor yang ingin menangkap Braga selaku gembong narkoba terbesar di Amerika, mereka berdua akhirnya mengikuti kompetisi itu. Kejar-kejaran terjadi, saling sikut dan tabrakan terjadi antara mobil-mobil yang berlaga dengan kecepatan tinggi dibantu dengan alat GPS yang canggih. Akhirnya lomba tersebut dimenangkan oleh Vin Diesel dan Connor berada di tempat kedua sedangkan sisanya yang lain tidak ada yang selamat, semuanya mengalami kecelakaan karena lomba yang diadakan menggunakan jalan umum. Akhirnya pemenang lomba ini diberikan GPS, diharuskan menscan sidik jarinya pada alat khusus, dan meninggalkan nomor HP-nya untuk sewaktu-waktu akan dihubungi oleh Braga.

Sampailah pada hari yang ditunggu oleh pemenang lomba, koordinat agar para pengendara untuk berkumpul dikirimkan oleh Braga langsung ke masing-masing GPS yang telah diberikan ke masing-masing pengendara. Ternyata koordinat itu menuju ke salah satu gudang tua dan di dalam gudang tersebut telah tersedia truck container yang bisa memuat mobil.

Oleh kelompok Braga mobil-mobil yang masuk ini kemudian discan apakah terdapat alat pelacak atau tidak. Akibat masalah ini Connor sebagai Agen FBI dan salah satu yang dikirimkan oleh FBI mematikan alat pelacaknya, sehingga FBI kehilangan jejak atas hal ini. Akhirnya setelah semua mobil selesai discan dan tidak terdapat alat pelacak dalam mobil tersebut, mobil-mobil tadi berikut pengendaranya dimasukkan ke dalam Truck Container yang selanjutnya truck tersebut menuju ke suatu wilayah.

Setelah tiba pada wilayah yang dituju, ternyata mereka telah tiba di Amerika Selatan tepatnya di Meksiko, dan mereka diberi tugas untuk membawa narkoba dari Meksiko ke Amerika Serikat menembus terowongan pada malam hari.

Sebelum mencapai terowongan tersebut mobil harus melalui hamparan tanah yang cukup luas yang oleh pemerintah Amerika hamparan ini diawasi langsung baik dengan sensor darat, kamera maupun dengan satelit; sehingga pergerakan apapun yang mencurigakan akan terpantau langsung oleh pemerintah Amerika dan mereka akan menurunkan helikopter untuk menyelidiki hal itu yang selanjutnya tim infantri.

Setelah penjelasan dari Braga cukup jelas, berangkatlah iring-iringan mobil balap dengan kecepatan tinggi membawa narkoba melintasi padang terbuka. Iring-iringan ini diwanti-wanti untuk sejajar, untuk mengecoh dan memberikan sedikit waktu bagi mereka agar mereka bisa sampai ke terowongan sebagai batas antara wilayah Amerika dengan Meksiko.

Ternyata iring-iringan yang tampak dalam sensor ini menimbulkan kecurigaan pihak Amerika dan mereka mengirimkan helikopter untuk mengecek iring-iringan apakah yang melintasi padang terbuka tersebut. Karena telah memperhitungkan waktu dan jarak tempuh, sebelum helikopter tersebut melihat keberadaan mereka, mereka telah masuk ke dalam terowongan, dan akhirnya mereka dengan selamat telah tiba di wilayah Amerika.

Setelah misi ini berhasil, ternyata untuk menghilangkan jejak, pihak Braga akan membunuh semua pengendara yang membawa muatan narkoba tersebut. Hal ini ternyata sudah diantisipasi oleh Vin Diesel, dan dia meledakkan mobilnya sehingga memberikan kesempatan kepada dirinya dan Connor untuk melarikan diri membawa narkoba dan lepas dari upaya pembunuhan kelompok Braga.

Dikarenakan masing-masing belum berhasil mencapai tujuannya, disepakati bahwa meraka akan bernegosiasi dengan Braga secara langsung dengan alat tukar berupa narkoba yang telah mereka simpan. Ketika keduanya sudah sepakat, dan pihak FBI telah menyiapkan timnya untuk mengamankan pertemuan itu dan menangkap Braga, ternyata Boss di FBI memerintahkan penyergapan yang terburu-buru tanpa memastikan Braga yang asli. Dari hasil penyergapan ini ternyata FBI menangkap Braga yang keliru dan tujuan dari Vin Diesel pun untuk membalas dendam pada salah satu anak buah Braga tidak tercapai.

Menghadapi hal tersebut, akhirnya FBI memutuskan untuk menghentikan penyelidikan karena dianggap kelompok tersebut sudah kabur ke Meksiko dan Meksiko di luar yurisdiksi Amerika. Connor yang merasa sedikit lagi bisa menangkap Braga merasa kecewa dan akhirnya berkolaborasi dengan Vin Diesel untuk mengejar Braga langsung ke Meksiko.

Akhirnya dibantu dengan petunjuk dari salah satu anak buah Braga yang menyukai Vin Diesel, mereka berhasil menangkap Braga di salah satu gereja di Meksiko (ternyata Braga termasuk orang agamis dimana duit hasil narkobanya banyak disumbang ke gereja). Permasalahan berikutnya adalah bagaimana mengeluarkan Braga dari Meksiko untuk bisa diadili di Amerika.

Otomatis atas hal ini, terjadi lagi aksi kejar-kejaran antara Vin Diesel dan Connor dengan anak buah Braga yang tidak rela bossnya dibawa ke Amerika. Aksi kejar-kejaran berlangsung cukup seru hingga ke dalam terowongan. Dan akhirnya bisa ditebak, atas bantuan Vin Diesel Braga berhasil dibawa ke Amerika, dan pembunuh kekasih Vin Diesel tewas ditabrak oleh Vin Diesel.

Setelah semuanya tuntos, dan Vin Diesel merasa lelah terus menerus menjadi buronoan pemerintah Amerika, akhirnya membuat dia menyerah dan menjalani pengadilan. Oleh pengadilan, walaupun dia berjasa membantu FBI dalam menangkap Braga sebagai gembong narkoba paling dicari di Amerika, dikarenakan kejahatannya sedemikian banyakm, akhirnya oleh Hakim pengadilan Vin Diesel dihukum penjara seumur hidup tanpa ada kesempatan untuk bebas. Mendengar hal ini Vin Diesel pasrah dan akhirnya dibawa dengan Bus menuju Penjara tempat dia akan menjalani hukuman tersebut. Tapi tunggu dulu, ternyata teman-temannya tidak terima akan hal ini dan berusaha membebaskan Vin Diesel dan sesuai dengan keahlian mereka upaya ini dilakukan dengan kecepatan di jalan raya.

Akhirnya berakhirlah film tersebut dengan menyisakan tanda tanya yang kemungkinan hal itu akan terjawab pada sekuel film berikutnya. Tapi yang jelas, film ini sangat bagus apalagi dengan aksi kejar-kejarannya di jalan raya, spesial effeknya pun oke, sangat dianjurkan untuk ditonton karena sangat menghibur. Dan yang pasti Anda yang tidak menontonnya bakalan menyesal deh……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: