Apakah saatnya saya ganti HP??


kommunikasjon508SAAT INI untuk menunjang komunikasi, saya menggunakan PDA Phone merk O2 XDA Atom. Produk ini sudah lama saya pakai mungkin sekitar 3 atau 4 tahunan lebih. Dan saat ini saya merasa baterenya cepat sekali habis apabila digunakan menelepon agak lama. Sepertinya sudah saatnya saya mengganti alat komunikasi saya dengan yang baru yang memiliki “durasi energi” yang lebih lama.

Sebenarnya bisa dibilang saat ini saya sudah pada tahap “tidak memperdulikan bentuk dari alat komunikasi”, yang artinya saya tidak begitu mengikuti perkembangan HP atau PDA, dan komunikasi-nya sendiri bagi saya terbatas hanya sekedar untuk menelepon dan SMS (dikarenakan untuk internet saya lebih sreg langsung pake Notebook atau PC). Tapi berhubung saya merasa “sedikit terganggu” dikarenakan baterai dari HP saya yang hampir sekali sehari minta di-charge, akhirnya saya terpikir untuk mengganti alat komunikasi saya dengan yang baru.

Saya menginginkan alat komunikasi dengan merk yang biasa dipakai orang (mungkin saya akan memilih Nokia), dikarenakan saya sudah memakai beberapa alat komunikasi yang ternyata menimbulkan beberapa ketidak-cocokan ketika saya ingin transfer langsung dari HP teman baik menggunakan bluetooth maupun infrared. Saya tidak tahu apakah perkembangan teknologi saat ini sudah menjawab permasalahan saya di atas? Tapi yang jelas saat saya memakai PDA Phone O2 XDA, ada ketidak-nyamanan ketika saya ingin transfer foto atau file dari HP teman saya ke PDA menggunakan infrared atau bluetooth. Jadi sepertinya sudah saatnya saya “mengalah” pada komunitas yang lebih banyak, dimana saya musti menggukana HP yang biasa dipakai orang.

Dalam memilih alat komunikasi atau HP, setiap orang pasti memiliki kriteria tersendiri. Ada yang mungkin memilih hal itu dikarenakan harganya yang murah, ada yang memilih dikarenakan merk, teknologinya yang canggih bahkan ada yang memilih karena bentuknya. Saya pun demikian. Dalam memilih alat komunikasi baru yang masih dalam angan-angan saya, saya ingin memilih alat komunikasi yang :

  • Dipakai oleh kebanyakan orang (untuk mempermudah komunikasi data langsung),
  • Bentuknya kecil, tipis dan stylish (karena saya sudah capek memakai HP yang besar-besar, apalagi saat ini lagi demam Blackberry… wuih sama sekali saya tidak tertarik untuk memilikinya dikarenakan sudah kebayang bawanya mungkin sama dengan PDA Phone saya yang sekarang),
  • Ada keypadnya (untuk mempermudah ngetik SMS atau telpon. Saat ini saya menggunakan PDA Phone dan satu hal yang saya rasakan agak mengganggu adalah penggunaan stylus dalam segala aspek untuk membukanya. Tapi yang menguntungkan dari ini adalah saya sekarang jadinya males untuk ngetik SMS dikarenakan males pake stylus-nya),
  • Kalo bisa sih terbuat dari bahan “metal” (hal ini dikarenakan saya orangnya bukan termasuk orang yang rapih yang bisa menjaga gadget miliknya senantiasa kinclong dan rapi jali. Saya orangnya agak sedikit “brangasan” dalam menggunakan gadget. Untuk itu saya butuh gadget yang tahan banting, dan saya merasa bahan metal sangat cocok dikarenakan tahan banting dan kemungkinan besar jika jadi milik saya maka umur pakainya pun akan lama),
  • Memiliki umur baterai yang cukup lama, baik waktu stand by ataupun waktu bicaranya (hal ini dikarenakan saya termasuk orang yang malas men-charge baterai HP, sehingga kadang di kantor ketika lagi asyik-asyik ngomong di telepon eh… langsung mati karena kelupaan charge HP pada malamnya. Jadi saya butuh HP yang memiliki umur baterai yang cukup lama).

Dari kriteria-kriteria di atas, akhirnya saya mengambil beberapa alternatif HP yang saya sukai, yaitu : Nokia 6700 Classic yang ketebalannya hanya 11,2 mm dan terbuat dari metal (ukuran 109.8 x 45 x 11.2 mm), LG Shine KE 770 hanya 9,9 mm dan terbuat dari metal (ukuran 105 x 46 x 9.9 mm), Samsung SGH C-170 yang ketebalannya hanya 8,9 mm saja tapi sayang tidak terbuat dari metal (ukuran 105 x 42 x 8.9mm).

Ponsel Impian saya dari Nokia, LG hingga SE

Ponsel Impian saya dari Nokia, LG hingga SE

Dari ketiga model di atas, saya sangat tertarik dengan Nokia 6700 Classic, dikarenakan bahannya yang dari metal dan bentuknya yang stylish, kalo dari belakang mirip dengan produk keluaran Apple. Sayangnya saya masih berharap harganya akan lebih turun lagi dikarenakan saya melihat perbandingan antara fitur dan harga yang ditawarkan masih terlalu besar (masih belum rasional).

Ya… pada akhirnya saya sekarang ini hanya sekedar menunggu, mudah-mudahan dalam waktu dekat harganya semakin menurun dan saya mampu untuk membelinya. Mudah-mudahan ini bukan sekedar angan-angan kosong belaka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: