Fenomena Bencana


095SAYA beberapa hari terakhir ini berdebat dengan rekan kantor saya berkenaan dengan bencana. Saya bilang: “Bencana yang terjadi itu hitungannya cuma sekian detik, mungkin waktu yang sekian detik itu tidak cukup bagi kita untuk menyelamatkan diri. Sehingga jika Allah tidak menghendaki kita selamat, maka kita memang tidak akan bisa selamat.”

Jadi berkenaan dengan bencana seperti gempa bumi maupun tsunami yang hitungannya detik, maka akan susah bagi seseorang untuk menyelamatkan diri. Sehingga bisa dikatakan orang yang selamat dari bencana adala orang-orang pilihan. Kenapa disebut orang-orang pilihan? Karena orang-orang tersebut yang dipilih oleh Allah SWT untuk tetap hidup. Kenapa meraka bisa tetap hidup? Karena mungkin saja masih ada “urusan” yang belum selesai atau dipandang belum “layak” untuk meningggalkan dunia.

Jadi menurut saya, orang-orang pilihan ini belum tentu juga orang-orang dari golongan yang banyak memiliki amal baik, bisa juga dari orang-orang yang banyak memiliki amal buruk. Kenapa bisa terjadi demikian?? Mungkin bagi yang memiliki amal baik alasannya adalah karena dia masih dipercaya Allah untuk menyerukan hal baik kepada orang lain, ibaratnya masih ada tugas dan kewajiban yang harus dia selesaikan. Dan bagi yang memiliki amal buruk mungkin selamatnya dia dikarenakan Allah kasihan melihat mereka belum memiliki amal yang cukup untuk menghadap Dia Yang Maha Agung, sehingga mereka masih diberi kesempatan untuk memperbaiki itu semua.

Akhirnya saya hanya bisa berfikir bahwa yang namanya bencana memang tidak terduga-duga datangnya, dan itu semua hanya bisa kita terima dan hadapi dengan penuh ketabahan hati. Adapun masalah selamat dan tidaknya kita, benar-benar semuanya “rahasia” Allah kita hanya bisa berdo’a dan berharap hal yang terbaik lah nantinya yang bisa kita peroleh. Maksud “hal terbaik” ini adalah jika memang kita mati karena bencana, maka matinya kita itu dapat digolongkan bahwa kita sudah cukup amal kita untuk menghadap-Nya. Sedangkan jika kita selamat dari bencana tersebut, mungkin amal kita masih kurang sehingga kita masih diberi kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki amal kita tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: