Kesan Menonton “Conspiracy”


KEMARIN saya meminjam Film VCD yang berjudul “Conspiracy” yang isinya bercerita tentang asal muasal atau bisa dibilang rapat awal Nazi untuk melakukan “pembunuhan massal” orang-orang Yahudi di Dunia.

Dalam rapat tersebut intinya Nazi menginginkan menjadi bangsa Superior dan mereka merasa mulai terancam dengan pertumbuhan dan penyebaran orang Yahudi di Dunia. Dalam rapat ini juga dibahas definisi dari Yahudi menurut pandangan Nazi dan patut untuk “dievakuasi” atau “dieliminasi”. Bagaimana seseorang bisa dikategorikan menjadi orang Yahudi, apakah dia berbicara secara Yahudi? Ataukah karena keturunan? Ataukah karena pernikahan? Semua kategori tersebut dibicarakan dalam rapat.

Selanjutnya dalam rapat juga dirumuskan bagaimana cara menurunkan populasi orang Yahudi di Dunia yang mencapai jutaan. Awalnya mereka ingin tetap dalam koridor hukum, mereka akan mengupayakan agar orang-orang Yahudi dikebiri sehingga tidak lahir lagi orang-orang Yahudi baru. Pengebirian ini menggunakan radiasi sinar X. Tapi cara ini kemudian ditentang dikarenakan waktu dan teknik untuk melakukan ini lama dan sedikit rumit.

Cara berikutnya diusulkan dengan melakukan penembakan terhadap orang-orang Yahudi. Cara ini ditentang keras dikarenakan dengan jumlah populasi hingga jutaan, otomatis pembersihan orang-orang Yahudi membutuhkan peluru jutaan, dan ini merupakan kerugian secara ekonomi.

Akhirnya cara yang dipandang paling ekonomis adalah dengan melakukan pembersihan etnis Yahudi menggunakan ruangan gas, dimana gas yang digunakan adalah gas Karbon Monoksida. Cara ini dipandang paling ekonomis, dimana orang-orang Yahudi dimasukkan ke dalam suatu ruangan seperti kamar mandi setelah terlebih dahulu pakaiannya dilucuti, untuk selanjutnya dalam ruangan tersebut dimasukkan gas Karbon Monoksida. Efek yang timbul adalah orang-orang tersebut akan meninggal dengan kondisi tubuh berwarna merah muda. Cara ini dipandang sangat efektif dikarenakan semakin banyaknya orang dimasukkan ke dalam ruangan tersebut, maka daya kerja gas semakin manjur.

Atas cara pemusnahan yang telah diterima oleh para “pejabat” yang ikut dalam rapat ini, selanjutnya Nazi membuat beberapa fasilitas “pemusnahan” yang berkedok camp konsentrasi atau penjara. Dari sini bisa dilakukan pemusnahan hingga 2.500 orang setiap jam, sehingga dalam satu hari bisa dilakukan pemusnahan 60.000 orang Yahudi. Mayat-mayat orang Yahudi ini oleh Nazi untuk selanjutnya dibakar dalam suatu tungku sehingga tidak akan ada bekas ataupun bukti atas pemusnahan tersebut.

Film ini tergolong film dokumenter yang isinya memang seputar rapat saja. Jadi banyak ngomongnya saja dan settingnya pun kebanyakan cuma di satu tempat itu saja. Sehingga bagi kebanyakan orang mungkin film ini dipandang membosankan. Satu hal menarik yang saya ambil dari film adalah adanya suatu cerita tentang sebuah keluarga yang diceritakan kepada Jenderal Nazi.

Ceritanya adalah mengenai suatu keluarga yang terdiri dari Suami, Istri dan satu orang Anak. Dalam keluarga ini Suami atau Ayah sangat suka sekali menyiksa Istri atau Ibu dan Anaknya. Akibat penyiksaan yang terus menerus ini menimbulkan dendam yang sangat dalam pada diri si Anak. Semakin hari dendam ini semakin menumpuk, sehingga dalam pikiran anak tersebut hanya penuh dengan kebencian kepada Ayahnya. Ketika si anak beranjak dewasa, Ibunya meninggal dunia. Kepergian ibunya memang menimbulkan kesedihan pada si Anak, tapi kesedihan ini tidak sampai membuatnya menangis meraung-raung.

Hari demi hari dilalui oleh si Anak tersebut dengan Ayahnya. Ternyata Ayahnya ini berumur panjang dan dia baru meningga ketika si Anak berusia 50 tahun. Ternyata meninggalnya si Ayah membuat si Anak menangis meraung-raung. Orang-orang yang menyaksikan hal itu merasa aneh, koq ketika orang yang dibenci meninggal dia malah menangis meraung-raung? Ternyata ketika hal yang paling dibenci oleh si Anak sudah tiada, si Anak merasa jiwanya telah hilang dikarenakan tidak ada lagi tujuan hidup ataupun hal yang dibencinya. Si Anak merasa jiwanya sudah kosong ketika Ayahnya meninggal, sehingga dia merasa stress dan sebagainya.

Begitulah sekelumit kesan dari menonton film berjudul “Conspiracy”, semoga bermanfaat.

Tag: ,

2 Komentar to “Kesan Menonton “Conspiracy””

  1. Film tahun berapa itu gan ?

    kalo yg saya tahu hitler benci yahudi krn pernah ditolak cinta sama cewek yahudi…:))

    btw thanks sudah mampir di blog ane ya gan..salam juga!

    • Itu film baru tuh gan… memang hitler benci yahudi, di film itu pun dijelaskan demikian. Cuma untuk menghilangkan populasi orang yahudi secara ekstrim mereka perlu cara yang efisien. Nah di film itulah dirumuskan cara untuk mengurangi populasi orang yahudi gan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: