Foto dan Review Eksklusive My New iMac


SEPERTI yang pernah saya sampaikan pada artikel sebelumnya, saya akan memposting foto-foto eksklusive yang saya ambil sendiri dengan menggunakan kamera DSLR milikku Canon EOS 40D. Berikut foto-foto hasil jepretan saya atas new iMac yang saya miliki.

My New iMac dilihat secara keseluruhan

Inilah my new iMac yang saya tebus dengan harga Rp 15,4 juta dari Reseller Apple di Pekanbaru Visi dan Media Jl. HOS Cokroaminoto. iMac baru ini tampak keren dengan balutan alumunium silver dan list hitam di monitornya. Dibandingkan dengan iMac lama yang 20 inchi, iMac baru ini memiliki lebar yang lebih kecil dan terlihat lebih ramping.

Kesan pertama saya ketika melihat new iMac ini adalah sangat takjub. Demikian menawannya desain iMac yang saya miliki dengan lekuk-lekuk yang sangat cantik, membuat saya tidak puas-puas untuk memandangnya.

Ketika pertama kali iMac dinyalakan, kembali saya dibuat sangat takjub dengan ketajaman gambar yang disajikan oleh iMac benar-benar tanpa distorsi yang mengganggu seperti halnya Monitor PC kantor yang saya miliki. Jauh sekali kualitas monitor antara iMac dengan kualitas LCD monitor di kantor saya dari segala sisi, dari kecerahan warna, kejernihan dan bebasnya flicker. Benar-benar saya puas melihatnya pada pandangan pertama saya.

My New iMac dengan Wireless Keyboard dan Magic Mouse

Setelah iMac dinyalakan, muncul kata sambutan “welcome” dalam berbagai bahasa dan muncul juga wizard untuk melakukan setting account. Yang saya suka dari iMac ini adalah fitur keamanannya yang menurut saya cukup baik, dimana untuk melakukan aplikasi dituntut account administrator dengan password yang melakukannya. Jadi sepintas saya berfikir sistem operasi pada iMac ini mirip dengan sistem operasi pada Linux.

iMac dan Wireless Keyboard dan Magic Mouse dilihat dari samping

Dukungan processor Intel Core2Duo 3,06 GHz, RAM 4 GB DDR3, VGA ATI Radeon HD 4670 dan HDD 1 TB membuat iMac ini sangat enak untuk diajak jalan kencang. Apalagi fitur multitasking “real” yang diusung oleh Snow Leopard membuat iMac tidak akan kehabisan nafas untuk menjalankan banyak aplikasi baik itu rendering, install, nonton film, main game, dan lain-lain.

My New iMac terlihat dari samping Kiri

Tipisnya My New iMac Terlihat dari Samping

Untuk mendukung power yang dibutuhkan oleh iMac, walaupun saya sudah dikasih tahu kalau iMac ini hanya membutuhkan power yang kecil, saya membeli UPS type ICA model CT yang saya ambil dengan harga Rp 1,375 juta. UPS ini mendukung hingga 1200 VA yang nantinya akan saya butuhkan jika saya akan menambah perangkat tambahan seperti speaker, printer ataupun scanner.

UPS Merk ICA Type CT dengan Kekuatan 1200 VA

Kenapa saya memilih yang ini padahal ada yang lebih murah? Memang sih ada UPS merk ICA juga model CE sama-sama 1200 VA dibanderol dengan harga yang lebih murah sekitar Rp 850 ribu saja. Setelah saya pikir-pikir, untuk apa saya ambil CE apabila nantinya malah merepotkan saya, karena saya tahu jelas di kantor-kantor kebanyakan menggunakan UPS ICA yang model CT. Akhirnya dengan mempertimbangkan hal itu, saya ambil yang model CT dengan pertimbangan efisiensi ke depannya.

Monitor sekaligus Otak dari New iMac

Nah, kalo foto di atas adalah foto monitor sekaligus “otak” dari New iMac yang benar-benar menurut saya adalah suatu Maha Karya yang sangat bagus. Dengan ketajaman yang demikian sempurna menurut saya, ketipisan yang tidak terbayangkan sebelumnya, desain yang benar-benar elegan, dan kemampuan yang benar-benar luar biasa, saya melihat ini benar-benar sangat sempurna bagi saya.

Resolusi yang bisa ditampilkan oleh monitor type LED ini hingga 1920 x 1080 benar-benar membuat saya merasa lapang. Resolusi yang sedemikian kecil masih tetap mempertahankan kemampuan bebas flicker benar-benar sangat menakjubkan. Karena saya sendiri suka sekali dengan resolusi yang kecil dan di kantor PC saya buat dengan resolusi yang kecil tapi jauh sekali dengan iMac. Di PC saya masih banyak flicker sehingga membuat mata saya lelah dan sakit apabila bekerja dalam tempo yang lama.

Tapi efek dari demikian jernihnya dan bagusnya monitor iMac ini yang saya rasakan adalah jadinya saya melihat foto-foto yang saya ambil yang sebelumnya saya pandang jelek, ketika saya pindahkan ke iPhoto di iMac semuanya terlihat bagus-bagus. Warna-warna foto tersebut semuanya keluar. Jadinya malah membingungkan saya, apa iya saya bisa memotret dengan warna sejernih itu? Hal inilah yang membuat saya menjadi bingung dalam menilai kualitas warna foto dari jepretan saya, karena semuanya terlihat cantik. Takutnya saya adalah terlihat di iMac sangat bagus, tapi ketika dicetak jadinya malah ancur. Jadinya beberapa hari ini saya harus membiasakan diri dulu dengan standar tampilan iMac atas foto-foto yang ditampilkan.

Selain itu suara yang dikeluarkan oleh speaker yang berada di bawah monitor iMac benar-benar stereo. Saya benar-benar mengagumi kejernihan suara yang dikeluarkan oleh iMac. Saya berfikir, “Suara speaker aslinya saja sudah begini dahsyat, apalagi kalau saya tambahkan Sound Stick II dari Harman Kardon, bakalan seperti apa ya?”. Benar-benar sangat menakjubkan suara yang keluar dari iMac ini.

Wireless Keyboard dan Wireless Magic Mouse

Sepintas saya melihat Wireless Keyboard iMac dari website apple terlihat sangat ringkih. Dengan bentuk yang demikian tipis dan kecil, saya melihat wireless keyboard ini sangat tidak masuk akal pada awalnya. Sempat terfikir dalam benak saya untuk tidak mengambil wireless keyboard tapi menggantinya dengan keyboard iMac yang biasa dengan kabel lengkap dengan tombol numericnya. Tapi setelah memegang dan mencoba wireless keyboard ini baru saya merasa ini benar-benar pas banget dengan kebutuhan saya. Wireless keyboard ini sangat kokoh dan agak sedikit berat ketika digenggam, jauh sekali dengan kesan ringkih. Dan ketika saya mencobanya untuk mengetik seperti yang sekarang sedang saya lakukan untuk menulis artikel blog ini, wuih… benar-benar sangat nyaman sekali tombol-tombol keyboardnya. Saya benar-benar sangat surpraise dengan kenyamanan mengetik dengan menggunakan wireless keyboard iMac ini. Sekali lagi benar-benar Maha Karya yang sangat sempurna.

Sedangkan Magic Mouse pertama kali saya memegangnya terlihat sangat kokoh dan sedikit berat, beda sekali dengan penggambaran dalam benak saya ketika melihat benda ini di website resmi Apple. Awalnya saya memakai terasa kaku, karena sama sekali tidak ada tombol di permukaannya, tapi setelah beradaptasi beberapa saat, baru saya merasakan bahwa mouse ini benar-benar nyaman untuk digunakan. Apalagi jika kita benar-benar menyukai browsing internet, mouse ini sepertinya benar-benar diciptakan untuk kenyamanan browsing internet.

Satu hal yang saya puji dari wireless keyboard dan wireless magic mouse yang dikeluarkan oleh Apple untuk mendampingi iMac ini adalah kemampuannya yang benar-benar yahud. Sampai saat ini saya belum pernah merasakan hang ataupun tidak connect antara keyboard, mouse dan iMac saya. Semuanya berjalan sangat smooth dan seolah-olah ketiga alat yang terpisah ini dihubungkan oleh kabel yang tidak kasat mata saja. Sekali lagi benar-benar sangat menakjubkan.

Hal yang merepotkan saya adalah ketika saya harus membiasakan diri saya yang seumur hidup saya terbiasa dengan Windows kemudian beralih ke Mac, benar-benar awal yang sangat membingungkan. Walaupun saya akui dengan jujur di Mac semua dibuat sedemikian mudah dan ringkas, cuma dikarenakan saya diibaratkan lahir dan dibesarkan oleh windows, maka Mac masih sangat membingungkan saya. Tapi jangan tanya tentang kemudahan organize foto ataupun video ataupun address book, benar-benar windows saya pandang sangat jauh sekali ketinggalan dari segi kemudahannya dibandingkan Mac.

Sekali lagi apa yang saya sampaikan di atas hanyalah pandangan pribadi saya terhadap iMac baru saya. Jika Anda ingin merasakan pengalaman yang sama dengan yang saya alami, ada baiknya Anda mempertimbangkan juga untuk membeli sebuah iMac.

6 Komentar to “Foto dan Review Eksklusive My New iMac”

  1. Iyolah inyo punyo pitih,,,,,,,,,bisa bali yang inyo suko.
    pamer ni ye………….
    guifaozxn;pbgj0sGJ’dasopGbjksp mb’sIOPER)_f[aev]

    • Makanyo inyo nabung donk… kerja keras dan pantang menyerah… akhirnya kan bisa pamer yang dibeli… he… he… sayo dari orang gak punyo pitih sedikit demi sedikit nabung akhirnya bisa kebeli the new imac yang saya impikan…. inyo punya impian yang lain ya harus diwujudkan..

  2. mas reseller apple di pku brp ya nmr telfonnya?saya mencari mbp 15″..ga dapet dapet…😦

  3. Salam kenal.
    Desain dan bentuk iMac memang “menggiurkan”, hanya saja saya kok kurang puas dengan bentuk keyboard-nya. Karena saya lebih banyak mengerjakan spreadsheet yang otomatis membutuhkan tuts keyboard Numlock.
    Seingat saya dulu iMac menggunakan keyboard yang bentuknya menerapkan tuts keyboard Numlock.

    • Salam kenal juga.
      Sebenarnya keyboard nya tuh opsional alias kita bisa milih. Kalau bentuk yang terbaru (wireless) memang sih tidak ada tombol numeriknya. Tapi jika kita ingin keyboard biasa maka pas pembelian minta saja keyboard Apple biasa (sebelum model terbaru) yang memakai kabel USB. Keyboard Apple sebelum model wireless tetap ada tombol numeric nya koq….
      Tapi kalau memilih keyboard wireless ya memang tidak ada numericnya. Jika ingin yang wireless juga ya musti beli numericnya secara terpisah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: