Kematian sebagai sebuah Siklus


AKHIRNYA setiap makhluk yang bernyawa di dunia ini tidak akan bisa terlepas dari kematian. Seperti sebuah siklus yang senantiasa berputar, dimana yang tua-tua nantinya akan digantikan oleh yang muda-muda, demikian juga kematian senantiasa menghampiri makhluk-makhluk yang dianggap telah cukup banyak memanfaatkan tubuhnya pada kehidupan.

Innalillahi wa inna ilaihi roojiun… satu demi satu tetangga-tetangga saya di kampung halaman saya di Desa Parean Girang Kandanghaur mulai menghadap Sang Khalik. Hari ini satu lagi menghadap ke hadirat-Nya. Mang Robo yang saya kenal sebagai salah satu tukang yang cukup handal untuk merenovasi rumah dan bangunan menghadap kepada Sang Pencipta dikarenakan sakit jantung. Menurut informasi yang saya dapat, sakit jantung yang diderita oleh Mang Robo ini belum berlangsung lama, ya… mungkin sekitar 1 atau 2 mingguan ini. Tapi dikarenakan mungkin memang sudah ajalnya, apa mau dikata semuanya harus diikhlaskan.

Jika kita merunut kepada benda-benda mati yang manusia ciptakan seperti halnya mobil ataupun motor, maka benda-benda tersebut dalam kurun waktu atau jarak tertentu perlu dilakukan maintenance yang istilahnya sih perlu diservice. Nah di sini, saya benar-benar takjub dengan makhluk baik itu manusia, binatang atau tumbuhan yang demikian kompleks diciptakan oleh Allah SWT dimana “onderdil-onderdil” di dalamnya bisa melakukan maintenance sendiri ataupun self healing, bahkan bisa melakukan pengrusakan sendiri. Sampai pada suatu masa tertentu sama sekali tidak bisa untuk diperbaiki, yaitu masa ketika dia musti menghadap kepada Yang Maha Kuasa.

Coba bayangkan, “onderdil” manusia yang demikian kompleks memiliki fungsi-fungsi yang berbeda, bisa saling bekerja sama sehingga kita bisa hidup, bernafas dan melakukan aktivitas sosial. Benar-benar Amazing!! Tanpa perlu diganti dalam kurun waktu tertentu, benar-benar ciptaan Allah yang sangat briliant. Kenapa briliant? Karena onderdil tersebut dibuat sedemikian rupa dengan fungsi-fungsi yang  kompleks dan saling menunjang, bobot yang ringan dan sedikit elastis, bentuk yang “ergonomis” jika bisa disebut enak dipandang. Semuanya benar-benar suatu Maha Karya yang hanya Allah yang bisa membuatnya, kita manusia sebagai ciptaan-Nya untuk membuat yang menyerupainya saja sangat susah sekali.

Yah… itulah tadi segala sesuatunya pasti ada akhirnya. Akhir dari barang ciptaan seperti mobil ataupun motor, ya… mungkin rusak dan tidak bisa dipakai lagi hingga akhirnya menjadi penghuni tempat sampah. Dan akhir dari kehidupan manusia adalah mati meninggalkan semua kehidupan yang sebelumnya benar-benar dia cintai, semuanya tanpa kecuali harus ditinggalkan, baik itu harta, istri, anak, rumah yang mewah, mobil yang bagus, dan lain sebagainya… harus kita tinggalkan. Kita akhirnya tidak membawa apa-apa ketika menghadap Sang Pencipta, hanya membawa amal ibadah kita masing-masing.

Alhasil, patut disayangkan apabila kita dari sejak sekarang belum bersiap-siap untuk membawa bekal kita menghadap kepada Sang Pencipta. Seluruh hidup kita akhirnya akan menjadi sia-sia apabila kita ternyata sama sekali tidak ada membawa bekal.

Satu hal yang saya camkan dalam hati saya, bahwa hidup ini sangat singkat. Nikmati dan jangkau apa yang bisa Anda raih sejauh itu tidak bertentangan dengan keyakinan Anda, karena semuanya tidak akan Anda bawa pada saat Anda meninggal nanti.

2 Komentar to “Kematian sebagai sebuah Siklus”

  1. Pas hari ini saya baca tulisan mas, 2 hari lalu tiba2 merenung terus, suatu saat saat ada kerabat yg meninggal satu demi satu, suatu saat kita pasti akan mengalami hal yg sama, yg tdk Kt Ketahui adalah saat “masa” tsb akan mendatangi diri Kt…
    Karena dalam hidup sy masih Banyak kekurangan dan masih banyak yg belum bisa saya perbaiki…

    mmg tak terasa waktu cepat berlalu🙂

    • Ya begitulah mas… tanpa terasa waktu cepat berlalu padahal kita senantiasa merasa masih banyak kekurangan pada diri kita. Semoga renungan ini bisa membuka mata batin kita bersama mas, bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: