Renungan Hidup


PERNAHKAH Anda merasakan bahwa Anda seperti sebutir debu dalam alam semesta yang sangat luas?? Pernahkah Anda merasakan bahwa Anda hanya sebagai seorang pemeran yang perannya akan berjalan apa adanya dalam dunia yang demikian luas? Seorang pemeran yang tidak bisa serta merta merubah peran yang dilakoninya? Pernahkah Anda merasa bahwa walaupun Anda memiliki keluarga, memiliki anak, istri, orang tua, kakak, adik ataupun kerabat pada intinya Anda sendirian menjalani hidup ini dan memerankan apa yang menjadi peran Anda?

Akhir-akhir ini saya merasakan hal-hal yang saya tulis di atas seperti terjadi pada diri saya. Saya merasa seakan-akan sendiri menjalani kehidupan dengan tujuan yang saya sendiri tidak tahu. Terlepas dari tujuan hidup “biasa” yang wajib saya penuhi, yaitu menghidupi anak dan istri saya dan menjadi pemimpin bagi keluarga saya, saya merasakan dalam puncak pemahaman saya bahwa masing-masing orang sudah ada peran yang dibawakannya, dirubah ataupun tidak bakalan memberikan dampak yang terus menerus atas keseimbangan alam yang sudah bertahun-tahun lalu tercipta. Selalu ada pemeran-pemeran tertentu yang tanpa disadari membuat sesuatu menjadi lebih ke kiri dan membuat sesuatu yang lain lebih ke kanan. Semua peran tersebut tanpa membedakan gender, tanpa melihat dia keturunan siapa, dan lain sebagainya. Sampai saya mencapai suatu pemahaman bahwa semuanya itu berjalan sendiri-sendiri.

Pernahkan Anda merasakan Anda bermimpi memerankan orang lain dalam mimpi Anda, dan Anda terbangun keesokan harinya dengan pikiran seperti orang linglung tidak tahu waktu, apa yang akan dikerjakan dan nama Anda saat ini untuk beberapa saat?? Sudah beberapa kali saya merasakan hal itu. Saya merasakan mimpi seolah-olah saya memerankan orang lain dan saya terbangun dengan linglung seolah-olah roh saya mencoba untuk mengenali tubuh dan diri saya saat ini. Untuk beberapa saat saya bingung, apa yang ingin saya lakukan. Saya terbangun seolah-olah saya berada di tempat lain, dimana saya tidak mengenali kamar tidur saya, dimana saya tidak tahu suah berapa lama saya tidur, dimana saya tidak tahu jam dan waktu saat itu, seolah-olah semuanya asing bagi diri saya. Apakah Anda pernah merasakan ini?

Mungkin sebagian dari Anda merasakan bahwa apa yang saya rasakan adalah perasaan orang yang putus asa atau sejenisnya. Tapi saya merasakan bahwa saya tidak putus asa, dan saya tidak ada keinginan untuk bunuh diri atau sebangsanya, cuma saya merasakan hal seperti di atas terjadi pada diri saya.

Mungkinkan Anda merasakannya juga??? Sekedar merenungi hidup dan kehidupan.

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: