Review Lengkap Ponsel Blackberry 9700 Onyx


Blackberry Bold 9700 Onyx

SUDAH LAMA rasanya saya tidak mengupdate blog saya sendiri, bukan karena apa-apa… tapi memang karena lagi males saja bikin tulisan.

Sudah beberapa hari terakhir ini adik saya terus merayu-rayu saya agar membeli Blackberry. Terus terang sebenarnya saya paling anti dengan BB karena saya sudah coba punya kawan di kantor, dan saya pandang BB GUI nya sangat tidak bersahabat alias ribet banget. Saya melihat GUI di BB lebih ribet dari pada di Nokia. Terakhir saya mencoba GUI yang paling nyaman memang iPhone. Kayaknya memang iPhone seperti produk-produk Apple yang lain digunakan untuk kemudahan pemakaian.

Ternyata kelebihan BB memang bukan di GUI OS nya. Adik saya menceritakan bahwa dengan BB kita bisa browsing internet dan memakai email dengan cepat. Untuk HP lain memang tersedia juga email dan browsing ke internet, tapi HP lain browsingnya lama dan kayaknya kemampuan browsing BB ini bisa cepat dikarenakan server RIM sudah melakukan compress terhadap site internet dan email yang dibuka BB tersebut. Makanya kata adik saya walaupun katanya BB nya masih GPRS alias belum 3G tapi masalah browsing dan email masih jauh lebih cepat dari pada Nokia yang sudah menganut 3G.

Selain itu adik saya bilang, semua saudara-saudara sepupu kami di keluarga Mbah KH Masduki Mz kebanyakan pake BB semua dan sudah ada semacam group keluarga dengan memanfaatkan fasilitas BBM alias Blackberry Messenger yang membantu menghemat pulsa untuk chatting karena tagihannya sudah include dalam berlangganan BIS. Dan saat ini anggotanya katanya sudah 13 orang, dan semuanya aktif berkomunikasi via chatting BBM Group keluarga KH Masduki Mz.

Dari situlah akhirnya saya mulai tertarik dengan BB, dan saya mencoba browsing kelebihan-kelebihan dari BB dan kekurangannya. Dan ternyata hampir kebanyakan review menyimpulkan OS BB ribet cuma BB memang menang di fasilitas email dan browsing yang jika dihubungkan dengan koneksi internet di Indonesia yang masih amit-amit maka akan sangat menguntungkan jika menggunakan BB untuk pelengkap mobile internet.

Akhirnya dengan membaca semua review tersebut, keinginan saya untuk memiliki iPhone suatu waktu nanti saya buang jauh-jauh, karena apa? Karena saya berfikir percuma juga saya memiliki iPhone jika koneksi intenet di Indonesia masih seperti ini, saya merasa malah lebih nyaman pake BB jika koneksi internet di Indonesia untuk 5 tahun ke depan masih seperti ini dan harga koneksi tersebut masih mahal. Keinginan untuk memiliki BB juga lebih kuat dikarenakan saya melihat biaya berlangganan BB semakin lama semakin murah, dimana untuk telkomsel dari semula 180 ribu berkurang menjadi 150 ribu berkurang lagi menjadi 120 ribu. Walaupun memang biaya 120 ribu dari telkomsel tersebut masih jauh lebih mahal dari operator lain yang sudah di bawah 100 ribu, tapi karena saya sudah dari dulu memakai telkomsel dan untuk ganti nomor rasanya males kasih tahu teman dan relasi, akhirnya harus terima “dipalak” lebih mahal oleh telkomsel. Terkecuali jika negara kita ini sudah menganut sistum “one number” maksudnya tuh nomornya bisa tetap tapi bisa berganti operator, mungkin saya akan pertimbangkan untuk berganti operator bukan lagi telkomsel. Jadi intinya walaupun saya belum beli BB tapi sudah melakukan analisa dulu ibaratnya layak gak untuk punya BB, karena khabarnya jika kita punya BB tapi tidak langganan BIS alias Blackberry Internet Service ya…. sama saja dengan HP biasa malah dengan GUI BB yang tidak bersahabat akan lebih ribet jadinya mendingan pake Nokia saja kalo begitu.

Akhirnya setelah timbang sana timbang sini, browsing sana browsing sini, kayaknya pilihan BB saya bakalan saya jatuhkan pada tipe Bold yang saya pilih dikarenakan tipe ini sudah mendukung jaringan 3G. Kenapa saya pilih ini? Karena saya berfikir apabila saya membeli barang elektronik saya menginginkan barang yang 5 tahun ke depan masih bisa diandalkan alias belum ketinggalan jauh. Apabila saya memilih yang murah ataupun yang teknologinya sebentar lagi bakalan ketinggalan, maka saya rugi di pemakaian dan di fitur walaupun memang tidak rugi di uang karena murah. Ditambah lagi sekarang ini harga BB sudah pada turun yang rata-rata di bawah 5 juta, akhirnya membuat saya semakin bulat akan pilihan itu.

Nah pilihan BB bold ini pun masih dibingungkan dengan BB Bold 9000 atau Bold 9700. Kalo dari selisih harga sih gak begitu jauh sekitar 500 ribuan kalo gak salah. Di satu sisi BB 9700 malah dikurangi memori internalnya 1 GB dari pada Bold 9000 tapi fitur kecepatan BB 9700 malah katanya lebih cetap. Dilihat lagi fasilitas BB 9700 sudah memakai trackpad bukan lagi menggunakan track ball yang gampang kotor. Akhirnya timbang sana timbang sini kayaknya mendingan beli Bold 9700 deh untuk perencanaan ke depan.

Trus saya juga sudah surfing masalah OS BB dimana untuk Bold sudah mengadopsi OS 5 yang katanya lebih bersahabat dan lebih keren. Awalnya saya berfikir juga apa perlu saya tunggu sampai kuartal ketiga karena BB khabarnya bakalan mengeluarkan OS 6 yang saya sudah lihat videonya benar-benar OS yang keren banget, mirip banget dengan OS nya iPhone. Tapi kayaknya sih jika saya beli BB yang Bold 9700 sudah pasti hardwarenya bakalan support untuk OS 6 wong Bold 9700 ini saja direlease di awal 2010 koq masa hardware masih baru gitu gak support? Itulah pertimbangan saya kenapa saya berencana memilih gadget BB Bold 9700 alias Onyx.

Nah ini saya lengkapi review lengkap dari BB Bold 9700 alias Onyx yang saya ambil dari http://forumponsel.com/forum/showthreaded.php?Number=2444963. Semoga bermanfaat.

Blackberry Bold 9000 pernah menjadi fenomena saat diluncurkan pertama kali di tanah air. Penjualannya langsung melejit drastis dan membuahkan trend QWERTY yang sampai sekarang masih menjajah pasar. Nah, kali ini giliran sang suksesor Blackberry Onyx 9700 yang merupakan jajaran keluarga Bold versi terbaru.

Sebagai versi terbaru, Research in Motion (RIM) sang vendor mengklaim Onyx memiliki banyak keunggulan serta nilai lebih ketimbang pendahulunya Blackberry Bold 9000. Apa saja kelebihan yang coba ditawarkan oleh Onyx, Review1st mencoba membongkarnya.

FIRST LOOK

Pertama mendapati produk ini di tangan kami, sektor disain menjadi faktor yang cukup mencolok. Bagaimana tidak, meskipun disebut-sebut sebagai jajaran keluaran Bold, justru Onyx malah menawarkan konsep disain mirip Blackberry Javelin yang berada di keluarga Curve.

Artinya, disainnya lebih kecil, lebih ramping dan lebih kompak ketimbang Bold versi lama yang memang cenderung bongsor. Kendati begitu, tak seperti Javelin, ponsel ini masih membawa ciri khas keluarga Bold dengan ornamen kulit di bagian bodi belakang.

Keypad QWERTY pada Onyx serupa dengan Blackberry Bold 9000. Tingkat kenyamanannya pun setara saat dipakai untuk mengetik tak jauh berbeda. Hanya saja pada Blackberry Onyx 9700 adalah dibuangnya trackball dan digantikan dengan optical trackpad.

FIRST TOUCH

Sebelum mulai menjajal smartphone ini, harus diketahui kalau di sisi software, Onyx dipersenjatai dengan OS 5 (v5.0.0.330). Artinya, Onyx menjadi yang paling canggih dibanding saudaranya yang lain. OS ini ditunjang berbagai penyempurnaan, khususnya di sektor user interface atau tampilan antarmuka.

Saat Review1st mencicipi kemampuan sistem operasinya, terasa akselerasi yang cepat dalam menjelajahi menu serta loading sistem dengan tingkat kecepatan di atas Bold. Tapi sebenarnya prosesornya memiliki clock speed 624 MHz sama dengan Bold 9000 juga RAM pada 128 MB. Jadi sebenarnya setara jika Bold 9000 Anda sudah di-upgrade OS-nya.

Tapi memori internal smartphone ini lebih kecil dari Bold 9000, hanya seperempatnya, 256 MB. Ini sedikit mengecewakan karena aplikasi yang disimpan masuk ke memori internal, jadi siap-siap saja membatasi aplikasi yang hendak dimasukkan pada ponsel ini.

Seperti yang disebutkan di atas, Onyx juga hanya membawa 256 mb flash internal memory. Bandingkan dengan Bold 9000 yang ada di angka 1 GB. Jadi, bijaklah dalam memilih apliaksi agar ponsel Anda tetap berjalan dengan normal tanpa kelebihan beban.

Beruntung, meski ukuran diperkecil, Bold Onyx tetap membawa jenis baterai yang setara dengan bold 9000. Baterai jenis lithium ion berkapasitas 1500 mAh ini mampu bertahan selama 2 hari dengan pemakaian normal. Jika BIS aktif dan pemakaian yang cukup intens, 1,5 hari bisa dilewati tanpa melakukan charging ulang.

Di bagian internet, Onyx mengadopsi kemampuan tak jauh beda dengan Bold 9000. Yakni menggunakan jaringan 3G HSDPA 3,6 mbps, EDGE dan GPRS. Jadi untuk kecepatan browsing via APN BlackBerry maupun operator relatif senada dengan pendahulunya itu.

Browser pada Onyx masih standar alias khas Blackberry. Meski pada versi terkini sudah ada penambahan terutama javascript, tampilan dan kemampuan masih kalah jauh ketimbang browser pihak ketiga seperti Opera.

Tak ketinggalan keberadaan koneksi WiFi yang membuat Anda bisa menikmati akses internet berkecepatan tinggi tanpa harus merogoh kocek untuk biaya layanan data. Lain dari itu, Blackberry Onyx dilengkapi dengan Bluetooth dengan profil A2DP dan koneksi kabel data MicroUSB.

Fitur bisnis atau office selalu menjadi sorotan Blackberry. Seperti biasa, Onyx menyediakan layanan push mail di mana Anda harus berlangganan layanan BlackBerry untuk menikmatinya. Menariknya, tampilan setting email lebih fresh berkat OS barunya. Anda bisa menambahkan 10 akun email di ponsel ini.

Hal mengecewakan justru saat mengakses kemampuan office ponsel ini. Bagaimana tidak, DataViz Office to Go yang menjadi aplikasi document di BlackBerry hanya menyediakan versi trial. Anda masih bisa membuka dokumen, tapi harus membeli lisensinya jika ingin menggunakan secara lengkap semisal melakukan edit dokumen atau membuat dokumen baru.

Sementara sektor multimedia pada Onyx sudah disempurnakan. Lewat OS 5, Anda akan menemukan folder menu dalam aplikasi multimedianya bukan lagi scrolling. Untuk musik tersedia port audio 3,5 mm dengan satu loudspeaker. Namun kualitas keluarannya masih di bawah Blackberry Bold 9000. Player videonya pun masih sama dengan versi terdahulu.

Tersedia juga GPS dan kamera 3.2 megapixel, lengkap dengan lampu kilat LED dan kemampuan outofokus, hasil kameranya jelas lebih baik dari Bold 9000 yang hanya 2 megapiksel. Juga hasilnya lebih baik dari Balckberry Javelin.

Untuk instal aplikasi pada Onyx seperti biasa lebih mudah untuk mendownload dan menginstal langsung via jalur OTA. Alternatif lain via aplikasi Desktop Manager dan perangkat komputer. Di sini, Anda diuntungkan dengan kehadiran BlackBerry Apps Store untuk pengguna ponsel BlackBerry Indonesia. Anda bisa berburu aplikasi gratisan di situ.

Satu lagi kelebihan, via OS 5, baterai ponsel menjadi lebih irit. Saat dipakai terasa daya tahannya lebih lama jika dibandingkan perangkat BlackBerry dengan OS lebih lawas. Setidaknya cukup membantu dalam efisiensi baterai.

Sebenarnya Onyx tak terlalu jauh berbeda dengan Blackberry Bold 9000. Perbedaannya hanya terletak di sektor disain, OS dan perbaikan di sektor kamera. Buat Anda yang tak ingin ponsel berukuran besar seperti Bold 9000, Onyx bisa dipilih. Lain dari itu, relatif tak ada hal yang menonjol.

Size and Weight :

* Height: 4.29 inches (109 mm)
* Width: 2.36 inches (60 mm)
* Depth: 0.56 inches (14.1 mm)
* Weight: 4.30 ounces / 122 grams (including battery)

Battery & Battery Life

* Battery: 1500 mAh removable/rechargeable cryptographic Lithium cell
* Talk Time: Up to 6 hours (GSM and UMTS)
* Standby Time: Up to 21 days/504 hours (GSM), Up to 17 days/408 hours (UMTS)
* Music Playback Time: Up to 38 hours

Display

* High resolution 480×360 pixel color display
* Transmissive TFT LCD
* Supports over 65,000 colors
* 2.44″ (diagonally measured)

Camera & Video Recording

* 3.2 MP Camera
* Auto Focus, Image Stabilization
* Flash
* 2X digital zoom
* Video camera recording: Normal Mode (480 x 352 pixel), MMS Mode (176 x 144 pixel)

Maps & GPS

* Includes BlackBerry Maps
* Integrated GPS with A-GPS

Data Input & Navigation

* 35 key backlit QWERTY keyboard
* Dedicated Keys: Send, End, VAD (User Customizable), Camera (User Customizable), 2 x Volume/Zoom
* Trackpad – Located on front face of device, ESC Key to the right, Menu to the left
* Intuitive icons and menus

Media Player

* Video format support: XviD partially supported, H.263, H.264, WMV3, MPEG4, Sorenson Spark & On2 VP6 (Flash support)
* Audio format support: .3gp, MP3, WMA9 (.wma/.asf), WMA9 Pro / WMA 10, MIDI, AMR-NB, Professional AAC/AAC+/eAAC+

Ringtones & Notifications

* Tone, vibrate, on-screen or LED indicator
* Notification options are user configurable
* 32 Polyphonic Ringtones – MIDI, SP-MDI, MP3, WAV

Bluetooth

* Bluetooth® v2.1
* Mono/Stereo Headset
* Handsfree
* Serial Port Profile
* Bluetooth Stereo Audio (A2DP/AVCRP)
* Bluetooth SIM Access Profile supported

Security

* Password protection
* Screen lock
* Sleep mode
* Optional support for S/MIME

Wi-Fi

* 802.11 b/g
* UMA support
* Wi-Fi Alliance Certifications: WPA, WPA2, WMM, WMM Power Save, Wi-Fi Protected Setup, Cisco CCX

Wireless Networks

* 3G (HSDPA) compatible
* UMTS: 2100/1900/850/800 MHz (Bands 1,2,5/6), 2100/1700/900 MHz (Bands 1,4,8)
* GSM: 1900/1800/900/850 MHz
* Quad-band support: GSM 850; GSM

13 Komentar to “Review Lengkap Ponsel Blackberry 9700 Onyx”

  1. Info yg sangat berguna nih….terima kasih sudah mau sharing dan salam kenal🙂

  2. terima kasih bnget…. buat mas zaki….
    jd tau klebihan dan kekurangan BB…..

  3. wah info yg bagus nih, lengkap.
    nah mas aku mau tanya skrng, aku kan saat ini pake nokia n900, such a perfect phone, kecuali push emailnya aja yg jelek, yg lbh tepatnya disebut pull mail, krn gak real time😦 and juga batrenya yg cpt bgt hbs, 3G aktif + YM, gak nyampe 1 hr dah mati, jd kudu bw charger kmn2.

    nah untuk yg onyx gmn mas so far? ada kecewa gak? buka pdf bs gk? youtube? dgn 3G + YM + BBM nyala terus, bs sampe brp lama batrenya?

    soalnya aku lg mikir untuk ganti onyx nih. thx yah

    • Ya… sama saja sih mas kalo untuk urusan batere sih. Untuk Onyx pun cepat habis baterenya, kayaknya tidak hanya Onyx tapi semua jenis Blackberry baterenya hanya bertahan satu harian saja. Sebenarnya wajar saja sih mas, karena blackberry kan hampir semua fiturnya jalan dan 3G atau GPRS nya pun jalan juga. Coba bayangkan dengan HP Nokia biasa yang musti dihidupin dulu fasilitas itu, tapi kalo dia senantiasa jalan sama seperti BB maka pasti baterenya jauh lebih cepat habis. Tapi karena jalan pas kita klik dan kita butuhkan saja, maka HP kayak Nokia bisa bertahan baterenya hingga 3 harian (saya pake Nokia E71 juga makanya bisa bandingin BB dengan Nokia).
      Kalo masalah kecewa kayaknya cuma di masalah batere saja yang cuma kuat 1 harian, tapi kalo untuk hal lainnya rasanya saya gak kecewa. Gimana saya gak kecewa, semua aplikasi online semua mas, dari Facebook, YM, GTalk, BBM, Twitter, 2 buah email di gmail dan yahoo, foursquare, koprol, dan cnected. Semuanya online mas, jadi kalo ada yang tiba-tiba kirim message atau status semuanya saya tahu dan langsung muncul notifikasinya. HP lain mana bisa seperti ini, padahal saya hanya musti membayar Rp 99.000 saja untuk akses unlimited dari XL dan semuanya bisa saya manfaatkan. Sedangkan teman saya ngambil iphone mas, memang sih dalam pembelian iphone kita bisa berlangganan paket data sebesar Rp 100 ribuan kalo gak salah. Tapi mengingat jaringan data di Indonesia ini benar-benar gak stabil maka teman saya tuh gak bisa manfaatin semua fasilitas yang ada di iphone nya (alias banyak kesendat-sendat). Beda dengan jaringan BB yang memang melalui server RIM yang sudah dikompresi dulu sehingga lebih ringan. Semuanya jadi lancar jaya……. Gitu saja mas, salam….

      • hmm gitu yah mas,
        semisal dgn on smuanya, kira2 brp jam tuh baru habis? apa nyampe kira2 nyala dr jam 7 pagi sampe jam 10 mlm br batt nya habis?

        itu dengan smua social networking, apa notifikasinya real time? notifikasi by email atau lngsng di app nya? kyk semacam push facebooknya iphone?

        thank you

      • Tergantung aktivitas… kalo on semua dalam kondisi kita jarang chat dan buka-buka email (tidak berlangganan milis yang padat), ya bisa nembus tuh dari jam 7.00 s/d 21.00, tapi kalo sudah sibuk dengan chat (BBM) dan buka-buka serta balas email bisa-bisa jam 5 sore sudah habis tuh baterenya….

  4. hmm gt yah … tp paling tdk lbh lama dr n900 ku, hehe. yg kalo on terus dgn ym nyala n bls2 email n ym, cuman bertahan dr jam 7am – 1pm hehe

  5. mas mau nanya..dari review tersebut disebutkan aplikasi office (word, excel, dll) nya harus beli lisensi lagi ya?
    apakah itu benar?berarti office di onyx tidak bisa untuk edit atau buat dokumen baru?

    • Office di Onyx memang fiturnya sangat sederhana.. kalau menginginkan fitur yang lebih maka harus beli lisensinya. Kalau hanya sekedar editing ringan dan buat dokumen baru sih tidak masalah tetap bisa, tapi karena kemampuannya yang terbatas untuk versi yang tidak berbayar, maka jangan mengharapkan fitur seperti halnya Office di komputer.

  6. bisa untuk video call ga mas? Kykny ga ad kamera depan tuh

    • Kayaknya sampai dengan saat ini blackberry masih belum mendukung video call *setahu saya sih*. Gak tahu ya kalau nanti muncul plybook yang khabarnya sudah ada kamera depan dan belakang. Dan setahu saya juga, generasi terbaru dari blackberry seperti Torch pun yang sudah menggunakan OS6 masih belum bisa mendukung video call. Saya sendiri tidak tahu, apakah RIM kesulitan untuk mengaplikasikan video call dalam perangkatnya? Atau karena faktor yang lain??

  7. saya baru upgrade 9700 saya ke os 6 official, tp masalahnya pas foto flash kamera cuma nyala di foto pertama, foto selanjutnya, flashnya tidak nyala, smp saya hrs cabut batere br nyala itu pun cuma foto pertama, setelah itu mati lagi padahal saya sudah set flash di on. mohon bantuan nya. terima kasih

  8. tp kok lampu led onix gk bisa menyala lama ya saat ada pemberitahuan,…
    solusinya gmn ya?????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: