Mencoba Modem Baru Huawei K3565


SEBELUMNYA saya sudah memiliki modem yang cukup mumpuni pada masanya, yaitu Huawei E156G. Modem ini cukup handal dan dapat diandalkan ketika saya masih menggunakan Notebook Compaq Presario V3199. Saat itu saya cukup puas menggunakan kartu Telkomsel Flash Unlimited Corporate yang menurut saya sudah cukup oke kecepatannya pada saat itu. Sampai suatu saat saya musti lepaskan SIM card tersebut karena sudah 2 mingguan sinyal di Telkomsel Flash di rumah saya menjadi GPRS dari sebelumnya yang 3G. Dan sudah berkali-kali juga komplain ke Grapari terdekat tapi kelihatannya tidak ada tanggapan, padahal rumah yang saya tempati berlokasi di tengah kota Pekanbaru.

Modem lamaku Huawei E156G dengan Provider 3

Lepas dari Telkomsel Flash Unlimited Corporate saya menggunakan XL yang saat itu saya rasa memiliki kinerja yang jauh lebih baik dari pada Telkomsel Flash. Hingga sekarang pun rasanya menurut saya untuk paket data XL jauh lebih baik dari Telkomsel. Saya cukup terkesan menggunakan XL dikarenakan sinyal terendahnya sudah EDGE yang otomatis jauh lebih baik dari pada Telkomsel yang kadang masih didapati sinyal GPRS. Saya sudah coba bawa XL ini ke tempat masa kecil saya di Kandanghaur, dan menurut saya sinyalnya tidak mengecewakan. Dari hasil pengalaman itulah saya memandang XL yang terbaik untuk paket data jika saja saya tidak diperkenalkan dengan 3 oleh kawan saya.

Setelah saya diperkenalkan dengan 3 oleh kawan saya, saya baru menyadari bahwa 3 lah yang paling baik untuk Kota Pekanbaru. Saya sudah coba di semua tempat-tempat yang sering saya kunjungi, di Kantor saya di Jl. Sudirman 3 yang saya bawa dapat sinyal 3G. Demikian pula halnya dengan di tempat nongkrong saya yang lain di Jl. Durian, di rumah dan di kantor Kubang semuanya dapat sinyal 3G. Padahal saat ini untuk Telkomsel, di Kantor Jl. Sudirman saya mendapatkan 3G, di rumah EDGE kadang GPRS, di Jl. Durian dapat EDGE dan di kantor Kubang dapat EDGE. Sedangkan untuk XL, di Kantor Jl. Sudirman kadang dapat 3G tapi seringnya EDGE, di Jl. Durian dapat EDGE, di rumah dapat 3G dan di kantor Kubang dapat EDGE. Jadi dari hasil pengalaman saya 3 memang jempolan sinyalnya, anteng di 3G terus.

Selanjutnya dengan menggunakan modem yang lama, saya gunakan 3 dengan komputer kantor under Windows 7, ternyata downlinknya terbatas hingga 200 kbps saja. Sedangkan ketika saya menggunakan modem kawan yang merupakan modem terbaru yang sudah support HSDPA 7,2 mbps, downlinknya bisa naik hingga 600 kbps terlihat dari statistiknya. Dari sini saya berkeinginan untuk mengganti modem saya dengan model yang lebih baru.

Dalam pemilihan modem baru ini prasyarat yang diajukan cukup lumayan, dimana modem baru nanti selain harus sudah support HSDPA atau HSPA+, juga harus support Mac OS X karena di rumah saya sudah tidak lagi menggunakan notebook saya yang lama Compaq Presario V3199.

Kembali balik lagi ke modem saya yang lama, ketika saya memiliki Mac, saya mendapatkan kesulitan tersendiri untuk menggunakan modem tersebut under Mac. Hal ini dikarenakan modem Huawei E156G tidak support ke Mac dalam artian di dalam modemnya tidak didapatkan driver untuk Mac. Lumayan pusing juga saya menghadapi hal ini. Untung saja saya banyak dibantu oleh Pak Bambang sehingga modem masih bisa digunakan di Mac saya. Hingga akhirnya saya upgrade OS saya ke Lion, kembali modem ini tidak bisa digunakan. Karena permasalahannya begini-begini terus, terbersit di dalam hati saya untuk mencari modem baru disamping sudah support HSDPA untuk kecepatan yang lebih tinggi juga sudah support OS X Lion.

Dalam rangka pemilihan modem tersebut, terlebih dahulu saya browing di internet untuk mencari modem yang benar-benar saya ingini. Dari hasil browsing tersebut didapatkan beberapa model dan tipe modem yang sesuai dengan kriteria yang saya inginkan, yaitu : Option Icon 452, ZTE MF100, Huawei E169, Huawei E1750, Huawei E153 dan Huawei E173. Setelah mengantongi tipe modem yang bakal saya buru, dengan modal data tersebut saya berburu modem tersebut di toko-toko komputer di Kota Pekanbaru.

Ternyata, tidak mudah rasanya mencari modem yang diinginkan dimana modem tersebut harus support ke Mac. Beberapa toko komputer sudah saya jelajahi dan ternyata kebanyakan modem yang ditawarkan hanya support ke Windows. Kebanyakan modem yang ditawarkan di sini adalah modem Huawei K3765 yang tidak ada driver Mac di dalam spesifikasinya. Adapun modem Huawei E173 yang sudah support ke Mac tapi ternyata modemnya di-lock dengan salah satu provider tertentu yaitu XL dan Telkomsel.

Tidak putus asa saya terus mencarinya. Dan setelah sampai ke toko komputer yang kesekian, saya mendapati modem Huawei K3565 dengan logo Vodafone Wireless Broadband. Kesan pertama saya melihat modem ini saya nilai cukup keren, dimana kelir dari modem ini putih lebih menandakan bersih dan sedikit Hi-Tech. Selanjutnya saya tanyakan kepada penjualnya, modem ini lock atau unlock. Dan ternyata jawabannya melegakan saya dimana modem ini sudah unlock.

Modem saya yang baru Huawei K3565 Vodafone Mobile Broadband

Selanjutnya saya baca spesifikasinya yang tertera pada box dari pada modem tersebut. Dalam spesifikasinya ternyata support pada Mac OS X. Klop lah sudah. Tapi saya sempat bingung, karena tipe modem ini tidak terdapat pada list yang saya bawa. Akhirnya karena saya juga sudah capek mutar-mutar kota Pekanbaru dari satu toko komputer ke toko komputer yang lain, saya nekad saja beli modem tersebut dengan harapan spesifikasi yang tertera pada box modem tersebut benar.

Dengan riang gembira saya bawa pulang modem tersebut. Tapi sebelumnya saya dibuat pusing juga untuk mencari kartu internet unlimited 3 yang 2 GB, karena kartu lama saya sudah saya jual pada kawan kantor saya dikarenakan saya kelupaan terus untuk membelikan dia kartu internet unlimited 3 yang 2 GB. Supaya dia tidak kecewa saya bilang saja, “Bapak ambil saja kartu 3 saya seharga 60 ribu (kalo gak salah), kan kartu saya baru 2 hari-an dipakainya. Dari pada bapak nunggu-nunggu saya lupa lagi.”

Ternyata dia ambil kartu 3 saya dan akhirnya saya coba untuk mencari kartu yang baru. Di tempat biasa saya beli kartu 3 ternyata sudah tidak ada lagi stock kartu 3 yang 2 GB, yang ada hanya yang 500 MB, 1 GB dan 5 GB. Akhirnya saya sekali lagi keliling kota Pekanbaru untuk mencari kartu 3 yang 2 GB. Saya ubek-ubek mall Senapelan dan mall Pekanbaru untuk mencari kartu tersebut, dan ternyata hasilnya nihil. Memang ada satu konter yang menjual kartu tersebut tapi dia menetapkan harga terlalu tinggi dimana yang 2 GB dia hargai 115 ribu rupiah. Jelas saja saya menolak untuk membayar sedemikian besar karena sebelumnya harga kartu tersebut saya bayar cuma 75 ribu rupiah saja.

Akhirnya saya coba untuk balik lagi ke tempat semula saya beli kartu 3, dimana saya sudah tetapkan di dalam hati ingin membeli yang kuota 5 GB. Ketika dalam perjalanan mau ke tempat yang dituju, saya melihat ada salah satu konter HP di pinggir jalan yang buka dan iseng saja saya coba mampir ke situ. Dan ternyata pucuk dicinta ulam tiba, kartu 3 yang saya cari ada di konter tersebut dan tinggal satu-satunya. Pemilik konter tersebut menghargai kartu tersebut 80 ribu rupiah lebih mahal 5 ribu dari kartu pertama yang saya beli. Tapi saya pikir gak masalah lah dari pada saya mengeluarkan 115 ribu sesuai dengan harga yang dikeluarkan oleh konter di mall Senapelan jelas lebih murah yang ini.

Akhirnya saya pulang ke rumah dengan tidak sabar untuk mencoba modem baru dan kartu baru tersebut. Sebelum mencoba modem baru yang saya beli, saya registrasi dahulu kartu 3 yang baru saya beli dengan menggunakan HP Nokia saya. Registrasi tidak memakan waktu lama, dan seperti pengalaman saya sebelumnya dengan kartu 3 lama saya, saya coba untuk mengaktifkan layanan internet 2 GB dengan mengetikkan *123#. Ternyata hasil yang didapat pulsa anda tidak mencukupi. Saya cek pulsanya ternyata tinggal 3 ribu rupiah. Saya bingung karena kartu sebelumnya harus diaktifkan terlebih dahulu layanan internetnya. Trus saya cek sekali lagi apakah paket datanya sudah otomatis aktif dengan mengetik SMS ke 234 <INFO DATA>, dan ternyata layanan internetnya sudah otomatis aktif.

Setelah mengetahui bahwa layanan internet pada kartu yang saya beli sudah aktif, tiba saatnya bagi saya untuk mencoba modem baru saya. Saya masukkan kartu 3 tersebut ke modem baru saya, dan saya colokkan ke Macbook Pro saya modem baru tersebut. Dengan harap-harap cemas saya menunggu ternyata muncul dan terbaca modem saya di Macbook Pro saya dan saya musti menginstall driver bawaan dari modem tersebut ke dalam Macbook Pro saya.

Saya ikuti saja petunjuk instalasi driver itu hingga selesai dan “jreeennggg…” hasilnya saya terkaget-kaget karena ternyata mobile partner yang tampil di Macbook Pro saya menggunakan bahasa China sebagai bahasa defaultnya. Pusing lagi…. tapi saya melihat modelnya gak beda jauh dengan mobile partner yang tertera pada buku petunjuknya, jadi saya lakukan try and error mengikuti arahan sesuai dengan yang ada di manualnya. Dan ternyata ada menu untuk mengganti bahasa ke bahasa Inggris, dan akhirnya semuanya beres.

Selanjutnya saya coba masukkan parameter sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kartu 3, dimana APN, username dan password yang digunakan harus diisi dengan <3data>. Dan saya isi semuanya dan Alhamdulillah saya sudah bisa menggunakan internet di Macbook Pro saya.

Awalnya saya merasa kecepatannya tidak cukup dikarenakan di Macbook Pro saya aplikasi Mail, iTunes, Safari dan Software Update terbuka semua, saya cek ke statistik yang terpampang di mobile partner ternyata lumayan dimana peaknya bisa mencapai hingga 600 kbps. Tapi koq buka facebook, buka TeknoUp dan buka situs-situs lainnya lama betul, beda dengan ketika saya menggunakan komputer kantor saya. Sempat bingung dikarenakan hal apa, tapi setelah beberapa menit ternyata Macbook Pro saya mulai normal lagi, internet nya berjalan dengan cepat. Jadi saya berkesimpulan bahwa hal itu lebih dikarenakan ada beberapa aplikasi yang menggunakan internet yang bekerja di belakang layar yang memakan resource dari modem sedemikian besar.

Alhamdulillah segalanya bisa berjalan dengan lancar, modem bisa jalan di Macbook Pro kesayangan saya. Dan saya tidak sabar untuk mencoba modem baru saya ini di komputer kantor under Windows 7, apakah akan bisa berjalan lebih baik dari modem saya terdahulu? Semoga demikian adanya……

Pekanbaru, 2 Oktober 2011 diketik dengan Macbook Pro dengan menggunakan Modem Huawei K3565 Vodafone Mobile Broadband dengan kartu SIM Card 3 internet unlimited Kuota 2 GB per bulan.

2 Komentar to “Mencoba Modem Baru Huawei K3565”

  1. macbook pro nya udh OS lion gak?
    ini saya punya modem vodavone K3565 gak kebaca do mac saya yg pake OS lion
    kalo boleh minta saran harus pake modem apa ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: