Saatnya Bagi Saya Untuk Belajar Nyupir…


Nissan Grand Livina Grey Metallic

SECARA KEBETULAN saya mendapat fasilitas pinjaman lunak untuk membeli mobil. Sebenarnya mendapatkan hal ini saya bukannya senang, malah sekarang ini dibuat bingung. Karena apa? Karena saya sampai dengan saat ini belum bisa mengendarai mobil. Hal ini mungkin dikarenakan saya termasuk pribadi yang tidak suka muluk-muluk, dimana bagi saya mobil adalah barang mewah dan rasanya sangat sulit untuk bisa saya jangkau. Tapi ternyata perjalanan nasib saya berkata lain, saya harus mengambil pinjaman lunak untuk membeli mobil tersebut dan kalau tidak diambil maka saya termasuk orang-orang yang bodoh.

Oke, saya jelaskan kenapa saya bisa dikatakan orang-orang yang bodoh jika tidak mengambil pinjaman lunak ini. Karena perusahaan tempat saya bekerja memberikan pinjaman lunak 160 juta, dimana yang wajib saya bayarkan hanya 80 juta yang dicicil setiap bulan selama 5 tahun. Kemudian pinjaman tersebut harus dibelikan mobil artinya tidak bisa diuangkan atau dibelikan barang yang lain. Dalam kondisi yang demikian itulah akhirnya saya tidak punya pilihan terkecuali harus mengambil mobil.

Sekarang permasalahan yang ada adalah apa? Karena saya tidak punya angan-angan muluk untuk memiliki mobil maka saya sampai dengan saat ini belum belajar untuk mengendarai mobil. Okelah untuk kendaraan roda dua baik dari tipe bebek yang menggunakan porseneling tanpa kopling maju semua saya sudah kuasai karena ini yang sehari-hari saya gunakan. Saya juga sudah menguasai kendaraan roda dua jenis sport laki-laki semodel Yamaha RX King, karena dahulu saya pernah memiliki motor ini sebelum dijual ketika saya sudah menikah karena tidak sanggup dengan biaya BBM nya yang demikian boros. Sedangkan untuk mobil saya praktis bisa dibilang belum bisa mengendarainya.

Dulu ketika saya bertugas di lokasi HTI di Simpang Batang saya pernah coba-coba belajar mengendarai mobil lokasi jenis Daihatsu Hiline Pick Up, dan saya sudah lumayan bisa untuk mengendarai mobil tersebut. Tapi kondisi yang dihadapi di lokasi dengan di kota berbeda, dimana di sana ketika saya mengendarai mobil tersebut sepi dari orang-orang dan akses jalan yang dipakai adalah akses jalan hutan. Sedangkan jika di kota saya melihat motor sedemikian laju dan selap selip antar kendaraan membuat saya gamang dan hilang keberanian saya untuk mencobanya. Jadi sudah lama sekali saya tidak mencoba mengendarai mobil. Dan sekarang saya dituntut untuk bisa mengendarai mobil kalau tidak maka siapa yang akan membawa mobil tersebut? Masa punya mobil tidak dipakai hanya untuk pajangan saja, jika itu yang terjadi mending tidak usah punya mobil tambah kerepotan saja… he… he..

Mungkin mulai minggu depan (karena dalam minggu ini saya banyak kesibukan) saya akan mulai mencoba mengikuti kursus mengendarai mobil yang privat intensif. Semoga saja di usia saya yang sudah menginjak 37 tahun ini saya masih diberi nyali dan keberanian untuk mengendarai kendaraan roda empat yang bagi saya cukup besar untuk “dijinakkan”.

Oh iya, dengan pinjaman 160 juta tersebut apa saja yang bisa didapat? Sebenarnya dengan besar pinjaman 160 juta maka tidak banyak yang bisa dijadikan pilihan. Saya melihat yang bisa dijangkau untuk kelas mobil buatan Jepang hanya Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia yang harganya di bawah 160 juta. Untuk kelas-kelas lainnya rata-rata di atas itu. Tapi ada juga beberapa mobil yang masuk dalam kelas yang bisa dijangkau walaupun memang musti menambah kocek dari dana pribadi, yaitu Nissan Grand Livina atau Daihatsu Terios. Saya tidak menyebutkan Daihatsu GrandMax, Suzuki MPV dan yang sejenisnya karena kendaraan ini tidak memiliki moncong dan saya merasa kurang safe untuk mengendarainya. Sedangkan untuk kendaraan semodel Kijang Innova kayaknya jauh dari 160 juta artinya saya musti nambah banyak untuk bisa mendapatkan ini.

Dari pilihan yang demikian terbatas, Daihatsu Xenia, Toyota Avanza, Daihatsu Terios dan Nissan Grand Livina tipe SV akhirnya saya putuskan untuk memiliki Nissan Grand Livina tipe SV seharga 176,5 juta on the road. Pilihan ini dikarenakan jika saya memilih Xenia atau Avanza orang sudah banyak yang memiliki mobil ini. Sedangkan untuk Terios saya pandang kurang banyak memuat penumpang, padahal walaupun saya saat ini hanya  memiliki satu anak (keluarga kecil), tapi baik dari istri ataupun saya sendiri kami merupakan keluarga besar. Jadi butuh mobil yang memiliki kapasitas besar. Sehingga dari situ pilihan jatuh pada Nissan Grand Livina tipe SV.

Ada satu hal menarik ketika saya ke dealer untuk booking fee di Nissan Pekanbaru. Ketika diminta untuk memilih warna mobil, anak saya memilih warna putih dan istri saya memilih warna Grey. Di situ lah kebingungannya, karena kedua warna tersebut sangat menarik. Tapi akhirnya saya putuskan untuk memilih warna Grey untuk menyenangkan hati istri saya karena warna itu sesuai dengan keinginannya. Bagi saya pribadi sih tidak begitu memperdulikan soal warna, tapi memang saya lebih menyukai warna-warna terang seperti hijau muda ataupun biru terang seperti telur asin. Tapi berhubung warna tersebut tidak ada, maka akhirnya saya putuskan untuk memilih warna yang disukai istri saya.

Itulah cerita saya dalam memilih mobil untuk keluarga saya. Saya hanya berharap semoga mobil pertama kami ini penuh berkah baik bagi kami sekeluarga maupun bagi keluarga besar kami. Itu saja keinginan saya…. semoga…. Amin…

Pekanbaru, 28 Oktober 2011 ditulis via Safari under MacOS X Lion.

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: